BANDUNG – Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana mengatakan bertugas di Sekolah Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) sangat mulia.
Mendidik banyak anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD untuk menjadi perwira. Untuk itu bersyukurlah dan optimalkan semua amanah yang diperoleh dari institusi, bangsa dan negara.
Aqua menyampaikan hal itu saat Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada 225 orang organik Secapa AD termasuk para Guru Militer (Gumil), ASN, dan pengurus Persit pada Rabu, (30/6/21) di Gedung Jenderal Sudirman.
Acara juga dihadiri Komandan Secapa AD Mayjen TNI Ferry Zein bersama istri Silviasri Ferry dan Wakil Brigjen TNI Mirza Agus.
Diawal pemaparannya Aqua yang membawa materi dengan tema “Teknik Berkomunikasi di Era Digital” mengatakan kepada semua yang hadir agar bersyukur bertugas di Secapa AD.
Seluruh pekerjaan yang dilakukan sangat mulia. Setiap tahun mendidik ribuan prajurit untuk jadi perwira.
Secapa AD sebagai lembaga pendidikan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan pembentukan perwira yang bersumber dari sejumlah Bintara terbaik dan terpilih untuk diangkat nantinya menjadi perwira pertama berpangkat Letnan Dua. Itu setelah mereka melaksanakan pendidikan sekitar tujuh bulan.
“Saya sangat sering Sharing Komunikasi dan Motivasi di berbagai instansi baik TNI, Polri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, maupun swasta. Di antara semua aktivitas tersebut saya mengapresiasi lembaga pendidikan termasuk Secapa AD. Karena institusi ini mendidik sumber daya manusia yang berperan penting di organisasi,” kata dosen luar biasa mata kuliah Ilmu Komunikasi di Sesko TNI, AD, AL, AU, dan Sespimti Polri ini.
Berdasarkan hal itu, Aqua menegaskan, personel yang bertugas di Secapa AD adalah ahli surga. Mereka memiliki kesempatan besar masuk surga asal melakukan semua aktivitasnya selalu dengan ikhlas dan meniatkan ibadah.
“Semua yang hadir di sini adalah ahli surga. Pekerjaan yang dilakukan di Secapa AD mulia sekali. Menyiapkan calon perwira di TNI AD yang jumlahnya setiap tahun ribuan orang,” ujar Aqua serius yang disambut tepuk tangan seluruh yang hadir.
Karena itu, lanjut Aqua, peran Gumil dan tenaga pendukung pendidik (para pembina) perlu disiapkan untuk mengubah pola sikap, pola tindak dan pola pikir para siswa.
Para Gumil dengan pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman yang dimiliki bertugas mentransfer ilmu pengetahuan dan pengalamannya kepada semua siswa sehingga mampu berfikir kritis, akademis, dan adaptif sesuai perkembangan saat ini.
Sedangkan para pembina melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan siswa selama 24 jam, melaksanakan bimbingan, dan pengasuhan dalam perubahan sikap prilaku menjadi calon perwira serta memberikan contoh dan teladan melalui sikap-sikap yang patut dicontoh oleh anak buahnya.
Semua tugas mulia itu bisa sukses dilaksanakan jika para Gumil dan pembina menguasai Ilmu Komunikasi secara komprehensif. Sehingga komunikasi dengan seluruh siswa lancar dan dua arah.
“Untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan ketrampilan serta pembinaan pengasuhan kepada para siswa calon perwira tersebut, cara yang digunakan adalah dengan komunikasi. Sehingga Gumil dan pembina harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain,” terangnya.
Sementara itu, Komandan Secapa AD Mayjen TNI Ferry Zein lebih dulu memberikan sambutan dan ucapan selamat datang.
“Bapak Dr Aqua Dwipayana ini adalah pakar komunikasi. Saya sengaja mengundang beliau ke sini untuk memberikan pencerahan kepada kita. Penguasaan komunikasi itu sangat penting untuk mensukseskan tugas-tugas kita di Secapa AD,” ujar Ferry.
Acara diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Ferry kepada Aqua sebagai kenang-kenangan. (abd)