Petani Jahe Merah di Simalungun Menjerit, Harga Terjun Bebas Rp1.000/Kg

Petani jahe di Desa Dolog Huluan, Kecamatan Dolog Masagal, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara menjerit harga jahe merah terjun bebas hingga Rp1.000 perkilogram. Foto/Beritaind/RFH

SIMALUNGUN – Petani jahe merah di Kabupaten Simalungun menjerit karena harga jual di tingkat petani terjun bebas, saat ini hanya Rp1.000 perkilogram (kg).

Padahal sebelumnya, harga jahe merah di tingkat petani di Simalungun sempat naik hingga Rp22 ribu per kg karena tinggi permintaan pasar di tengah pandemi Covid-19.

Namun, 4 bulan belakangan ini harga jahe merah terus mengalami penurunan hingga Rp1.000 bersih per kg di tingkat petani.

“Harga jahe merah sejak 4 bulan belakangan ini terus menurun. Saat ini Rp1.000 bersih perkilogram di tingkat petani,” ujar Irvan, petani jahe merah di Desa Dolog Huluan, Kecamatan Dolog Masagal, Jumat (2/7/2021).

Irvan menambahkan, akibat anjloknya harga jahe merah, petani mengalami kerugian antara Rp2 juta hingga Rp3 juta perrante.

Jika harga jahe merah turun lagi menurut Irvan, petani akan beralih ke tanaman lain untuk menghindari kerugian lebih besar.

Harga jahe merah di tingkat petani di Simalungun sempat terus naik hingga Rp22 ribu per kilogram karena dimintai masyarakat sebagai salah satu komoditi pertanian yang diminati masyarakat di tengah pandemi Covid-19. (rfh)

Related posts

InJourney Hospitality Raih 2 Penghargaan di Anugerah BUMN 2026

IFEX 2026 Tegaskan Posisi Indonesia sebagai Platform Global Furnitur Dunia

Angin Segar bagi UMKM, Berjualan di Toco Tanpa Potongan Admin dan Keuntungan 100 Persen