Awalnya Mencela, Belakangan Meniru

Dr Aqua Dwipayana Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional. Foto/Dok Pribadi

Beberapa teman menyampaikan kepada saya tentang perilaku sejumlah orang yang awalnya mencela kebiasaan saya menuliskan berbagai aktivitas yang saya lakukan. Bahkan ada yang sampai memprotes keras. Belakangan mereka berubah jadi meniru yang saya lakukan.

Teman-teman itu memberikan komentar mulai dari yang halus hingga keras. Intinya mereka yang mencela itu seperti menjilad ludahnya sendiri.

Awalnya secara terbuka menyatakan ketidaksenangan atas tulisan-tulisan saya yang antara lain berisikan kegiatan pribadi dan membagikannya. Belakangan malah mereka mengikuti yang saya lakukan.

Saya pribadi cuek dengan berbagai sikap negatif tersebut. Yang saya lakukan seperti anjing menggonggong kafilah berlalu.

Apapun komentar yang disampaikan segelintir orang itu, saya tidak peduli. Juga tidak memusingkannya. Jadi jalan terus.

Saya terus menulis. Berbagi cerita. Pembaca yang berpikiran positif pasti dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari setiap tulisan yang saya bagikan.

Sedangkan orang yang dari awal berpikiran negatif, pasti tidak akan menemukan sisi-sisi positif tulisan tersebut. Hati dan pikirannya sudah terbelenggu.

Mendapat Kemudahan
Rugikah saya? Sama sekali tidak. Justru mereka yang rugi karena selalu menutup diri. Perilaku negatif mereka yang membuatnya seperti itu.

Saya insya ALLAH terus menulis. Menceritakan apa saja, tanpa ada niatan buat kepentingan pribadi. Sepenuhnya diniatkan ibadah, karena TUHAN.

Menariknya setiap menulis apapun selalu mendapat kemudahan. Lancar sekali. Terus mengalir. Memadukan hati, pikiran, dan jari.

Lebih menarik lagi banyak yang menyemangati. Mereka mengapresiasi. Bahkan ada yang setiap hari dengan setia menantikan tulisan-tulisan saya. Jika belum dikirim, mereka kontak saya dan menanyakannya.

Malah tidak sedikit yang mengoleksi tulisan saya. Hal ini sangat mengharukan. Saya sama sekali tidak menyangka. Tulisan-tulisan ringan yang menyentuh hati banyak orang.

Kalaupun mereka kini telah berubah jadi positif, itu sepenuhnya karena TUHAN. Sang Pencipta alam semesta dan isinya yang menggerakkan hati dan pikiran mereka.

Harus Disyukuri
Kepada beberapa teman itu saya sampaikan bahwa perubahan pada diri mereka harus disyukuri. Saya mengajak untuk mendoakan mereka agar konsisten melakukannya.

Di sisi lain saya sampaikan kepada teman-teman itu untuk tidak pernah berhenti melakukan berbagai perbuatan baik. Meski banyak yang mencela bahkan protes keras.

Terpenting tetap menjaga niat baik, konsisten melakukannya, dan meyakini sangat bermanfaat buat banyak orang. Pertanggungjawabannya hanya kepada TUHAN, bukan pada yang lain.

Semoga semangat berbagi tulisan terus menggelora dan konsisten dilakukan yang sekaligus sebagai sarana silaturahim. Aamiin ya robbal aalamiin…

Dari Bogor saya ucapkan selamat meneladani berbagai hal positif. Salam hormat buat keluarga

Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

Related posts

Sangat Bersyukur Sehari Jalan ke Berbagai Kota dan Lancar

Jumat Berselimut Sholawat

Ijazah Antara Ghibah dan Berbantah-bantah