PALEMBANG – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Sumsel berkomitmen menekan angka kemiskinan di tanah Bumi Sriwijaya.
Untuk itu, pihaknya perlu melaksanakan restorasi karena selama ini angka kemiskinan dianggap belum linier.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Sumsel Herman Deru disela seminar HUT Nasdem ke-10, di kantor DPW NasDem Sumsel, Jalan Soekarno Hatta, Palembang, Minggu (21/11/21).
“Semenjak Indonesia merdeka, kalau kita hitung ada 76 kali APBN yang diluncurkan. Pertanyaannya, apakah sudah linier penurunan angka kemiskinan, saya yakin sepakat belum linier. Jadi dengan diadakannya seminar spirit restorasi dalam pembangunan ekonomi Sumsel maju untuk semua, nara sumber diminta untuk membuat strategi potensi sumber daya alam sehingga dapat menjadi solusi,” katanya.
Herman Deru yang juga Gubernur Sumsel, mengungkapkan dengan adanya seminar ini diharapkan apa yang dihasilkan akan membuahkan sebuah rekomendasi.
“Dimana proses restorasi butuh semangat yang harus didengungkan. Kita selenggarakan ini, manfaat bukan hanya untuk Nasdem. Tapi hasilnya dapat jadi rekomendasi bagi siapapun untuk memperbaiki dan inovasi. Apalagi kita ketahui dunia sempat vakum akibat pandemi Covid-19 yang sudah 2 tahun,” terangnya.
Hasil seminar ini, lanjut Deru, juga dapat dimanfaatkan bukan hanya partai, tapi hasil dapat jadi rekomendasi bagi siapapun untuk dapat memperbaiki dan menjadi inovasi.
“Ada yang stagnan dan ada yang hancur, hanya saja jika kita jeli dan dapat membaca peluang dan tahu potensi kita yang muncul sumber daya,” tuturnya.
Terkait dengan seminar ini juga dia berharap kedepan akan dapat berubah. Mengapa? Untuk saat ini menurutnya kita belum merdeka.
Dimana untuk mengelola sumber daya dimiliki dan kesempatan dimiliki, masih belum bisa dilaksanakan oleh kita.
“Jadi saat ini sudah optimal belum atau hanya segelintir orang dan golongan yang merasakannya,” tanyanya dalam seminar.
Lanjut Herman Deru, Partai Nasdem mampu melihat peluang ini untuk didiskusikan. Kedepan Nasdem juga harus siap, untuk bertransformasi.
Apalagi ke depan Nasdem harus mampu, mengikuti irama akan halnya dari konvensional menjadi ekonomi digital.
“Tidak hanya diikuti oleh millenial. Namun yang berumur juga harua bisa mengikutinya,” harapnya.
Sehingga menurutnya, disini, diharapkan yang berkumpul harus sial bertransformasi serta lepas dari mental terjajah. Dia yakin dengan narasumber yang dihadirkan juga dapat mampu menjadikan ini sebagai solusi. (dede febriansyah)