BACAAN

BACAAN. Foto/Beritaind/Boy Iskandar

TIBA-TIBA KH. Abdul Karim (Mbah Manab) pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadi’ien, Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, berpamitan ke Syakihuna (Mbah) Muhammad Kholil, Bangkalan, Madura.
“Kyai, saya nggak kerasan (betah) mondok di sini. Saya mau pulang saja,” ucap salah seorang alumni santri Lirboyo menceritakan kisah Mbah Manab dan Mbah Kholil.
SIKAP ini tentu membuat kaget Mbah Kholil karena Mbah Manab baru seumur jagung mondok di pesantrennya.
“Lho memang kenapa ?” timpal Mbah Kholil. Mbah Manab tak menjawab alasannya kepada Mbah Kholil karena takut menyinggung hatinya.
TELUSUR punya telusur, Mbah Manab rupanya kurang cocok dengan bacaan Surat Alfatikha-nya Mbah Kholil. Saat membaca penggalan ; Bismillahirrahmanirrahim,… Alhamdulillahi robbil ‘alamiin,..Iyya kana’budu waiyya Kanas ta’iin,..Shirotholladzina ‘an amta alaihim…(ila akhiri ayat).
TETAPI, Mbah Kholil membacanya ; Bismillahirrahmanirrahim,…Ngalhamdulillahi robbil ‘ngalamiin,..Iyya kana’budu waiyya kanas tangiin,..Shirotholladzina ngan’amta ngalaihim…(ila akhiri ayat)
.
KARENA kurang sreg, hati dan pikiran Mbah Manab pun seperti menolaknya. Atas alasan inilah dirinya bermaksud izin keluar dari pondoknya Mbah Kholil.
SEMULA Mbah Kholil mencegah, tetapi Mbah Manab tetap berkeinginan kuat untuk berpamitan. “Baik, kalau memang kami mau izin keluar pondok, silahkan,” begitu kurang lebih kalimatnya.
PAKAIAN pun dikemas, Mbah Manab siap-siap pulang ke rumah. Namun, sesampainya di selat Madura (Jembatan Suramadu), tiba-tiba ada seekor macan berpawakan besar yang hendak menerkamnya.
Mbah Manab pun membaca bacaan Al-Quran dan doa-doa lain yang dihafalnya. Tujuannya, agar macan tersebut menjauh.
BERULANG kali mulutnya komat-kamit, tetapi macan tak kunjung pergi. Justru, makin mendekat. Mbah Manab kebingungan, dalam benaknya tersirat, bacaan apalagi agar macan ini pergi. Padahal, semua doa-doa sudah dibacakannya.
ATAS izin Allah SWT, Mbah Manab ingat bacaan Surat Alfatikha ala Mbah Kholil dan langsung mempraktekkannya. Barulah, setelah mendengar bacaan Alfatikha gaya Mbah Kholil, macan tersebut kabur. Perlahan-lahan, menjauh dari Mbah Manab.
BELIAU pun terheran-heran sekaligus takjub atas kandungan “keramat” Alfatikha-nya Mbah Kholil, seorang waliyullah yang memiliki banyak karomah. Setelah kejadian itu, Mbah Manab pun mengurungkan pulang ke rumah.
Beliau justru makin yakin dan semangat kembali ke pondoknya Mbah Kholil untuk meneruskan menuntut ilmu agama. Untuk Mbah Kholil dan Mbah Manab lahuma, Alfatikha …
MOHON maaf lahir dan bathin. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam
Nucholis Qadafi
Penceramah, Usahawan dan Jurnalis

Related posts

Rokok, Fatwa, dan Jalan Tengah Kebijakan Umat

Sekitar 21 Jam di Makassar, Silaturahim dan Belajar kepada Banyak Orang

Sangat Bersyukur Sehari Jalan ke Berbagai Kota dan Lancar