HINGGA kini, mata air yang keluar dari sekitar makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi tak kunjung habis.
Bahkan, makin melimpah dan banyak digunakan untuk kebutuhan peziarah, masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
MAKAM Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi pernah membuat geger warga Jakarta beberapa tahun lalu.
Bahkan, sempat masuk layar kaca karena saat akan dibangun gedung pencakar langit, tak bisa dipindahkan.
Malah, keluar mata air yang hingga kini dipercaya bisa jadi wasilah menyembuhkan penyakit, terutama penyakit kulit.
LANTARAN tak bisa “dibongkar”, akhirnya pengembang justru membuat mushola megah dua lantai, menjadi satu dengan tempat makam di atas lahan sekitar 1.200 meter ini.
Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi adalah ayah dari Habib Ali, Kwitang, yang dikenal akrab dengan ulama besar di Indonesia, termasuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
SEBELUM masuk makam, disambut tulisan selamat datang sekaligus poster besar wajah Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi beserta para keturunannya.
Sepekan sekali, menurut informasi digelar pembacaan Simtuduror, Ratibul Haddad, maupun shalawatan lainnya.
HABIB Abdurrahman berkisah, suatu saat dirinya dirundung masalah. Lalu, beliau datang ke makam leluhurnya itu
“Nggak pakai banyak doa. Langsung, saya peluk aja batu nisan makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi” ujar Habib Abdurrahman dengan nada rileks.
SAMBIL memeluk batu nisan, beliau “curhat” menggunakan bahasa Indonesia. Tak lama, teleponnya berdering dari seseorang yang mengabarkan bahwa persoalannya beres.
BARU saja masalah satu selesai, beberapa menit kemudian masalah lain datang.
Beliau pun kembali masuk ke ruang makam, memeluk kembali batu nisan Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi. Tak lama, problem pun beres.
“Untung, saya masih di lokasi makam,” imbuhnya.
SANG Habib yakin, haqul yakin, ‘ainul yakin, Gusti Allah SWT yang menyelesaikan masalah, bukan leluhurnya.
“Tetapi, karomah dan keistimewaan wasilah Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi, masalahnya selesai,” yakinnya.
HABIB Abdurrahman bin Abdullah al-Habsyi lahir di Semarang dan wafat di Cikini, Jakarta pada tahun 1296 H/1879 M.
Beliau adalah ayah dari Habib Ali Kwitang. Disebelah makam beliau, terdapat makam istrinya bernama Syarifah Ruqoyah binti Husein bin Yahya.
HABIB Abdurrahman bin (putra) Abdullah bin Muhammad bin Husein bin Abdurrahman bin Husein bin Abdurrahman bin Hadi bin Ahmad al-Habsyi bin Ali bin Ahmad bin Muhammad Assadullah bin Hasan at-Turabi bin Ali bin Muhammad al-Faqih al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali al-‘Uraidhi bin Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah az-Zahra binti Rasulullah SAW.
KINI, makam tersebut ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan.
Persis bersebelahan berdiri Apartemen Menteng Park yang berdampingan juga dengan Taman Ismail Marzuki. Didepannya, mengalir air sungai Ciliwung, ikon Kota Jakarta.
TAK ada salahnya, jika berkeliling Kota Jakarta, melangkahkan kakinya sejenak untuk berziarah ke makam tersebut. Kendati berada di tengah kota, udara di area tersebut terasa sejuk. Semoga Allah SWT memberkahi kita semua.
Aaamiiin YRA. Doa terbaik untuk Habib Abdurrahman Bin Abdullah Al Habsyi, Alfatikha.
MOHON maaf lahir dan bathin. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam.
Nucholis Qadafi
Penceramah, Usahawan dan Jurnalis