Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Beda Counselling, Coaching dan Mentoring

Foto/Facebook.com

JAKARTA – “Ibu Mona, apa perbedaan counselling, coaching dan mentoring?,” tanya seorang peserta suatu ketika dalam kelas online konselor terlatih Level 1 yang diselenggarakan oleh Ad Familia Indonesia, sebuah layanan psikologi dan kesehatan mental.

Dr. Mona Sugianto, M.Psi , psikologi pemateri utama sekaligus direktur operasional AFI menjelaskan walau sekilas tampak mirip, namun ada beberapa perbedaan di antara ketiganya.

Menurutnya Counselling adalah sebuah proses untuk membantu orang lain memecahkan persoalan-persoalan hidupnya dan mengambil keputusan hidupnya. Sedangkan coaching adalah proses pelatihan seseorang hingga terampil (skill full) di bidang yang dipilih. Sementara mentoring adalah proses pelatihan yang membantu seseorang bertransformasi dari awam atau amatir menjadi seseorang yang berbeda dengan dipantau proses perjalanannya (tidak hanya urusan keterampilan saja, namun juga ke personal development, akhlak dan adab).

Peneliti dan dosen ini melanjutkan, “jadi counsellor adalah orang yang memberikan counselling, membantu orang lain memecahkan masalah. Sedangkan orang yang dibantu disebut sebagai counselli. Dalam aktifitas counselling, counsellor dan counselli tidak harus mempunyai kesamaan profesi. Berbeda dengan coaching dan mentoring, biasanya harus satu profesi.”

Lalu apa perbedaan antara coaching dan mentoring? Perbedaan bisa dilihat dari proses pelaksanaan, fokus dan orientasi. Coaching manfaatnya untuk membantu coachee berpikir kreatif dalam mengembangkan ide untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (skillfull). Fasilitatornya disebut coach dan yang dibantu dipanggil dengan istilah coachee serta harus ada kesamaan profesi antara coaching dengan coachee.

Sementara mentoring, fasilitatornya disebut mentor dan yang dibantu dipanggil dengan istilah mentee. Mentoring mempunyai manfaat dalam mengawal atau mengawasi progres individu ataupun kelompok dalam menjalankan suatu pekerjaan secara berkala dengan fokus membantu mengembangkan pada personal development dan professional development (skill/keterampilan).

Antara counselling dan coaching, sama-sama menggunakan kekuatan pertanyaan dalam menggali. Counselling lebih menggali mengenai permasalahan seseorang untuk menguraikan dan menemukan akar masalah yang ada (orientasi masa lalu), memberi pencerahan atau refleksi juga solusi pada counselli yang biasanya lebih kepada persoalan hidup. sedangkan coaching menggali hal-hal yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan solusi masa depan seseorang yang berasal dari dirinya sendiri melalui bertanya erat kaitannya dengan permasalahan keterampilan baik soft skill maupun hard skill. Baik counselling dan coaching tidak mementingkan hubungan jangka panjang atau relasi.

Sederhananya dalam proses counselling, seorang counsellor akan bertanya, ada masalah apa?. Sementara dalam proses coaching, seorang coach akan mengawali coaching dengan bertanya, apa yang anda inginkan?.

Pada proses mentoring, seorang mentor akan lebih dominan berbicara kepada mentee dan cenderung berjalan 1 arah. Sederhanya pada mentoring , seorang mentor akan dipandang sebagai sumber ilmu dan tempat belajar. Sedangkan pada sesi counseling dan coaching, counselli dan couchee akan diminta untuk lebih aktif belajar dari dirinya sendiri. Bahwasanya diri sendiri dipandang dan dirasakan sebagai sumber ilmu dan tempat belajar.

Untuk teman-teman yang berminat menjadi counselor terlatih, bisa menghubungi Home of Ad Familia Indonesia di :
Komp. Ruko Gading Bukit Indah Blok Q No 15, Kelapa Gading – Jakarta Utara
Ig @adfamilia
WA : 08118122938

(sinse_novi)

Related posts

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia

FFH Edisi ke-5, Pengaruh Negatif Film Dijaga Lewat Sensor dan Suzanna Film Terpilih

Takato Castle Park Dipenuhi Wisatawan Saat Sakura Mekar Sempurna