Awal Tahun Momentum Tepat Memotivasi  Karyawan agar Kinerjanya Melampaui Target

Dr Aqua Dwipayana Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional. Foto/Dok Pribadi

Setelah setahun bekerja, di luar hari libur resmi dan cuti, setiap perusahaan tanpa terkecuali, akan mengetahui hasil dari kinerja masing-masing karyawannya. Pasti beragam.

Apalagi dua tahun terakhir ini dihadapkan pada pandemi Covid-19.

Beberapa bulan terakhir setelah Covid-19 mereda, seluruh perusahaan berusaha untuk kembali ke kondisi normal. Sebagian besar minus.

Hanya bisnis tertentu saja yang surplus bahkan mendapat keuntungan dari pandemi Covid-19.

Para karyawan yang bernasib baik masih dipertahankan oleh perusahaannya untuk bekerja. Sementara lebih dari 30 juta pegawai selama pandemi Covid-19 mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), di rumahkan, dan gajinya dipotong. Jumlahnya terus bertambah.

Perusahaan-perusahaan yang terkena dampak pandemi Covid-19 baik langsung maupun tidak langsung dengan berbagai upaya berusaha bangkit. Mengembalikan ke kondisi normal. Sebelum krisis berkepanjangan itu terjadi.

Setelah bisa kembali ke kondisi normal, tentunya semua perusahaan tersebut dengan segala upaya berusaha meningkatkan omset dan keuntungannya.

Menutupi kekurangan penghasilan atau turunnya pendapatan dua tahun terakhir.

Dampak Psikologis
Kunci utama mewujudkan itu adalah pada seluruh karyawannya. Saat pandemi Covid-19, meski tidak mengalami kondisi buruk seperti dirumahkan dan gajinya dipotong, sedikit banyak para karyawan mengalami dampak psikologis.

Itu terjadi terutama pada karyawan yang sempat terpapar Covid-19. Atau ada keluarga dan orang dekatnya yang mengalami hal serupa.

Mereka merasakan dampak pandemi Covid-19. Bayangan yang pernah mereka alami baik langsung maupun tidak, masih melekat pada mereka. Apalagi jika ada orang terdekatnya yang meninggal karena penyakit itu.

Manajemen perusahaan yang bijak biasanya sangat memahami kondisi psikologis tersebut.

Sehingga hasil evaluasi kinerja sepanjang tahun, mulai dari Januari hingga Desember, dijadikan dasar untuk membuat kebijakan pada tahun depan.

Untuk mengembalikan semangat semua karyawan, awal tahun merupakan  momentum yang tepat untuk memotivasi mereka. Targetnya agar kinerjanya melampaui target.

Ibaratnya baterai, seluruh karyawan perlu dicas. Sehingga mereka mengoptimalkan kinerjanya. Motivasi yang diberikan pasti sangat bermanfaat buat mereka. Apalagi sekitar dua tahun mengalami dampak pandemi Covid-19.

Investasi Perusahaan
Memberikan motivasi kepada semua karyawan merupakan investasi buat perusahaan. Hasilnya bisa segera dirasakan.

Begitu dilaksanakan, jika motivatornya piawai, dapat menggugah hati seluruh pegawai untuk mengoptimalkan potensi diri mereka.

Setelah itu tugas setiap pimpinan untuk menjaga konsistensi kinerja para karyawan. Jika dilakukan secara serius, sungguh-sungguh, dan penuh keyakinan, harus optimis terwujud.

Semua karyawan adalah manusia. Jika tepat “menyentuh” hati mereka, hasilnya bakal dahsyat dan luar biasa. Apapun akan mereka lakukan dengan suka cita untuk memajukan perusahaan tempat mereka bekerja.

Kuncinya adalah kelancaran komunikasi di internal. Antara sesama karyawan dan dengan pimpinan. Untuk mewujudkan itu harus saling menghormati dan menghargai.

Meski mendapat amanah sebagai pimpinan, jangan merasa superior. Lebih hebat dibandingkan yang lain. Dengan hati semua jajaran harus dirangkul.

Tidak cukup hanya itu. Semua pimpinan selain rajin memberi apresiasi kepada jajarannya, juga harus mampu melihat satu-persatu potensi dan kemampuan mereka.

Setelah itu mendorong mereka untuk mengoptimalkan semua kemampuannya. Sehingga hasil kinerjanya bisa melampaui target seperti harapan manajemen.

Semoga kinerja pada 2022 lebih baik dibandingkan 2021. Aamiin ya robbal aalamiin…

Dalam perjalanan dari Bogor ke Jakarta saya ucapkan Selamat Hari Natal kepada seluruh saudara dan teman-teman yang merayakannya. Semoga bersama keluarga selalu berbahagia dan bergembira. Salam hormat buat keluarga.

Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

Related posts

Rokok, Fatwa, dan Jalan Tengah Kebijakan Umat

Sekitar 21 Jam di Makassar, Silaturahim dan Belajar kepada Banyak Orang

Sangat Bersyukur Sehari Jalan ke Berbagai Kota dan Lancar