Haul ke-12 Gus Dur

Haul ke-12 Gus Dur. Foto/Ist

UNTUK urusan dongeng humor, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) jagonya. Sampai pada suatu kisah, seseorang bisa diselamatkan dari api neraka karena “barokahnya” beristri tiga. Lho kok bisa ?
“MALAIKAT, selama hidup saya selalu disakiti, karena suami saya menikah lagi. Dia tak pantas masuk surga,” kata istri pertama kepada malaikat.
Mendengar keluhan tersebut, akhirnya malaikat pun menarik suaminya untuk dimasukan ke neraka.
KETIKA akan dibawa ke neraka, tiba-tiba bertemu dengan istri yang kedua dan ketiga. Kepada malaikat, wanita muda ini bertanya, mau dibawa kemana suami saya wahai malaikat ? “Mau dibawa ke neraka,” jawabnya.
KEDUANYA bertanya lagi, atas dasar apa mau dibawa ke neraka ? Malaikat pun menjawab, “Karena telah menyakiti istri pertamanya.”
Mereka pun balik protes, dan berkata,” Duhai malaikat, kami ini istri kedua dan ketiga. Memang tidak diberi fasilitas berlebihan oleh suami kami. Tetapi kami ikhlas dan ridho. Dinikahkan saja, sudah senang dan bahagia,” papar keduanya membela sang suami.
“KALAU memang kami berdua ini menerima ridho dan ikhlas atas pemberian suami, kami termasuk penghuni neraka apa surga ?” lanjutnya. Malaikat pun menjawabnya,” Ya, jelas, kalian termasuk ahli surga.”
“JIKA memang kami termasuk ahli surga, maka kami minta agar suami kami dimasukan ke surga juga (bersama kami).”
Karena malaikat bersifat adil, maka orang tersebut pun urung dimasukan ke neraka, malah dikembalikan ke surga bersama kedua istrinya.
Begitu, kurang lebih cerita Gus Dur yang disampaikan ke KH. Husein Ilyas dari Mojokerto dan disambut gelak tawa para hadirin.
TEPAT, hari Kamis, 30 Desember 2021 adalah haul ke-12 tahun masehi wafatnya Gus Dur. Semoga akhlak dan ajaran kebaikan beliau terhadap semua mahluk, agama, bangsa, dan negara, bisa kita teladani bersama. Untuk Gus Dur, Alfatikha.
MOHON maaf lahir dan bathin. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam.
Nucholis Qadafi
Penceramah, Usahawan dan Jurnalis

Related posts

Rokok, Fatwa, dan Jalan Tengah Kebijakan Umat

Sekitar 21 Jam di Makassar, Silaturahim dan Belajar kepada Banyak Orang

Sangat Bersyukur Sehari Jalan ke Berbagai Kota dan Lancar