SIMALUNGUN – Merasa dihina Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga, sejumlah mantan pejabat eselon II yang sempat non job selama sekitar 3 bulan, tertunduk saat dilantik sebagai pejabat eselon III oleh Sekdakab Esron Sinaga, Jumat (4/2/22).
Sebanyak 11 mantan pejabat eselon II setingkat kepala dinas dan kepaal badan, Sekretaris DPRD Simalungun tidak menyangka dilantik sebagai pejabat eselon III yang ditempatkan di kecamatan dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Para mantan pejabat yang sebelumnya pernah menjabat kepala dinas dan kepala badan, sekwan itu diturunkan jabatannya dengan dilantik sebagai pejabat eselon III menjabat sekretaris camat dan kepala bidang di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Namun diantara mantan pejabat eselon II seperti Jamesrin Saragih mantan Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) dan Harmedin Saragih mantan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan bahkan tidak bersedia dilantik karena merasa dihina diturunkan jabatannya tanpa ada kesalahan.
Informasi yang diperoleh, dari 18 pejabat eselon II yang dinonjobkan Oktober 2021 lalu oleh Bupati Radiapoh H Sinaga, hanya 11 orang menghadiri pelantikan sebagai pejabat namun 7 orang tidak hadir dan disebut-sebut menolak jabatan eselon III.
Kebijakan yang dilakukan bupati Simalungun itu dinilai menjatuhkan harga diri para mantan pejabat eselon II dengan menurunkan jabatannya ,dan menempatkan di kecamatan bahkan di OPD yang pernah diduduki.
“Kejam sekali Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga, dan seperti terkesan menghina, mantan pejabat eselon II dilantik sebagai pejabat di kecamatan dan OPD”, ujar seorang mantan kepala dinas.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Simalunguj Sudiahman Saragih yang dikonfirmasi terkait pelantikan mantan pejabat eselon II sebagai pejabat eselon III, mengaku sedang rapat.
“Mohon maaf saya sedang rapat,nanti saya hubungi ya,” sebut Sudiahman.
Untuk diketahui sebelumnya pada Oktober 2021, sebanyak 27 pejabat eselon II di Pemkab Simalungun mengikuti job fit atau uji kompetensi.
Namun hasil job fit hanya 8 yang dilantik atau dirotasi dan 19 pejabat dinonjobkan tanpa jelas penilainnya. (ricky fh)
