PALEMBANG – Sejumlah warga mengeluhkan buruknya kualitas air Sungai Sekanak Lambidaro, Palembang, Sumsel sejak diresmikan sebagai objek wisata air, Sabtu (5/2/22), lalu.
Hal ini diungkapkan Hendri, warga Rumah Susun Palembang. Sungai Sekanak Lambidaro, kata dia, sebagai objek wisata sudah sangat baik dan telah merubah kawasan kumuh menjadi tempat wisata.
Tetapi, jelas dia, sayang hal ini tidak diikuti dengan pengelolaan sumber air yang baik.
“Saya melihat kualitas air masih sangat buruk, dan ini sangat kurang baik jika ada wisatawan dari luar yang berkunjung ke Lambidaro,” ujarnya, Senin, (7/2/22).
HendrI mengatakan, sebagai warga dirinya bangga dengan keinginan Pemkot Palembang yang telah berusaha memperbaiki aliran sungai sebagai tempat wisata.
Tetapi, jelas dia, dengan anggaran yang digunakan cukup besar tentu saja faktor lingkungan terutama kualitas airn harus juga diperbaiki.
“Sayang kan kalau anggaran yang dikeluarkan cukup besar, tetapi kualitas air Lambidaro buruk. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah wali kota Palembang, dan ini dibutuhkan terobosan untuk solusinya,” jelasnya.
Buruknya kualitas air Sungai Sekanak Lambidaro ini juga diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang Alex Fernandus.
Dia mengatakan, saat ini kualitas air yang ada di kawasan Sekanak Lambidaro memang kurang bagus dan belum layak dikonsumsi warga apalagi untuk keperluan sehari-hari.
“Kita akui kualitas airnya belum baik dan belum bisa untuk dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Pemkot Palembang telah melakukan restorasi Sungai Sekanak Lambidaro sebagai tempat objek wisata sungai dan taman.
Setelah diresmikan penggunaannya pada 5 Februari 2022 lalu, ditandai dengan pembukaan Festival Lambidaro dengan menyajikan seni budaya, kuliner dan beberapa event. (noverta)