Ribuan Warga Berdesak-desakan di GOR Untuk Beli Minyak Goreng

LUBUKLINGGAU – Kelangkaan minyak goreng di wilayah Sumatera Selatan masih terus terjadi. Bahkan, sebuah video membeludaknya warga yang mengantre untuk dapat membeli minyak goreng murah di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, viral di media sosial.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi mengatakan, membludaknya warga yang memadati lokasi minyak goreng murah tersebut direspon warga yan

g antusias, sehingga kerumunan tak terhindarkan.

“Masyarakat terlalu antusias atas operasi pasar minyak murah yang digelar Disperindag. Kita sudah atur, berkoordinasi dengan Disperindag agar antreannya kondusif,” ujar AKBP Harissandi ketika dikonfirmasi, Kamis (10/3/2022).

Dalam video viral tersebut, tampak ribuan warga berdesakan memenuhi antrean warga dalam operasi pasar di kawasan Gedung Olahraga (GOR) Lubuklinggau, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Lubuklinggau.

“Kita sudah imbau warga untuk kondusif di sana jika operasi pasar ini mau dilanjutkan,” katanya.

Sementara itu, Endang (49), seorang warga yang ikut mengantri mengatakan, bahwa operasi pasar tersebut digelar secara serentak di beberapa wilayah di Lubuklinggau. Hal itu dia ketahui berdasarkan surat edaran Disperindag Lubuklinggau.

“Operasi pasar ini serentak di Lubuklinggau, tangga 10-11 Maret. Surat dari Disperindag untuk jadwal operasi pasarnya ada,” kata Endang

Endang mengatakan, berdasarkan surat edaran dari Disperindag yang diterimanya, terdapat 8 titik di Lubuklinggau yang akan dilakukan operasi pasar tersebut.

“Ada 8 titik di 8 Kecamatan berbeda operasi pasarnya. Untuk jamnya juga berbeda,” jelasnya.

Endang mengungkapkan, warga rela berdesak-desakan karena ingin mendapatkan minyak murah. Dirinya pun berharap agar stok minyak goreng dapat kembali normal, sehingga tidak terjadi kelangkaan seperti sekarang.

“Wajar kalau warga membludak karena di sini kan susah nyari minyak murah itu. Ini saya juga mau ikut ngantri nanti siang. Saya berharap pemerintah peka, diusahakan penjualan minyak bisa kembali normal. Semua perusahaan produsen minyak kan kewenangannya ada di pemerintah. Karena susah kalau harus terus-menerus seperti ini,” ungkapnya. (deansyah)

Related posts

Dipanggil Prabowo ke Hambalang, Tim Pengawas Laporkan Evaluasi Haji 2026

FWK Desak Kapolri Listyo Segera Kembalikan Rasa Aman dan Kepercayaan Publik

Gelar Simulasi, Bagian Dari Pembiasaan