SIMALUNGUN – Pemkab Simalungun mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,4 miliar untuk kegiatan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang diketuai istri bupati Ratnawati Radiapoh, meski anggaran pembangunan daerah terbatas.
Informasi yang diperoleh anggaran Rp1,4 miliar tersebut digunakan TP PKK Simalungun untuk kegiatan 10 desa percontohan yang dievaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kegiatan TP PKK di 32 kecamatan, 27 kelurahan serta 386 desa.
Padahal, sejumlah kepala desa yang dikonfirmasi mengaku membiayai kegiatan TP PKK di desa dengan anggaran swadaya.
“Tidak ada anggaran TP PKK di desa bila ada kegiatan biayanya swadaya, makanya pusing kepala desa,” sebut seorang kepala desa di Kecamatan Siantar.
Direktur Institute Law Of Justice (ILAJ) Fawer Full Fander Sihite menilai, saat pemerintah daerah selalu beralasan tidak mampu menangani kerusakan jalan, bahkan membantu warga sakit yang tidak sejahtera.
Namuin, Pemkab Simalungun mampu mengalokasi anggaran untuk kegiatan TP PKK mencapai Rp1,4 miliar. Menurutnya, itu sangat melukai hati dan mengecewakan warga Kabupaten Simalungun.
“Saya menilai tidak wajar anggaran untuk kegiatan PKK mencapai Rp1,4 miliar. Apakah karena ketuanya istri bupati dan pengurusnya istri pejabat. Makanya anggarannya bisa ditampung di APBD TA 2022 karena Pemkab Simalungun selalu beralasan tidak mampu menangani jalan rusak akibat anggatan terbatas. Bahkan, menolong rakyat tidak sejahtera yang sakit tidak mampu, sangat melukai hati rakyat jika anggaran itu digunakan,” papar Fawer.
Apalagi, menurutnya untuk kegiatan-kegiatan PKK kabupaten Simalungun biasanya difasilitasi pemerintah kecamatan dan desa.
Bahkan ada yang dibantu oleh BUMN dan pihak ketiga lainnya sehingga patut dipertanyakan untuk apa anggaran sebesar Rp1,4 miliar itu nantinya digunakan.
Kepala Dinas Kominfo Pemkab Simalungun SML Simangunsong yang dikonfirmasi membenarkan alokasi anggaran untuk TP PKK ditampung di APBD TA 2022 sebesar Rp1,4 miliar.
“Benar di APBD Simalungun TA 2022 ada ditampung dana kegiatan TP PKK kurang lebih Rp1,4 miliar untuk kegiatan 10 desa percontohan yang dievaluasi TP PKK Provsu untuk kegiatan PKK di 32 kecamatan yang dipimpin istri camat dan istri lurah di 27 kelurahan, serta istri pangulu atau kepala desa di 386 desa,” ujar Simangunsong. (ricky fh)