Diduga Bermasalah, Orang Tua Siswa di Simalungun Minta Pembelian Seragam Batik Diproses Hukum

Kuasa hukum para orang tua siswa yang keberatan dengan penjualan seragam batik di sekolah-sekolah,Sepri Ijon Maujana Saragih, MH (kanan) dan anggota tim. Foto/Ist

SIMALUNGUN – Sejumlah orang tua siswa yang merasa diberatkan dengan penjualan seragam batik di sekolah-sekolah Kabupaten Simalungun menempuh jalur hukum melalui kuasa hukum yang ditunjuk Sepri Ijon Maujana Saragih, MH, Gokmauli Sinaga, SH dan Fransiscus Siallagan, SH.

Dalam surat kuasa yang diberikan kepada kuasa hukum, para orang tua merasa diberatkan dan mensinyalir adanya tindak pidana korupsi terkait penjualan seragam batik di sekolah SD hingga SMP seharga Rp120 ribu.

Selain itu, baju seragam yang dijual juga dinilai tidak sesuai dengan ornamen khas Simalungun

Menurut Sepri, usai menerima surat kuas dari sejumlah orang tua siswa yang keberatan dengan penjualan baju batik tersebut, pihaknya akan berkordinasi dengan Kejaksaan Negeri Simalungun.

“Setelah menerima kuasa langkah pertama yang akan dilakukan adalah berkordinasi dengan Kejaksaan Negeri Simalungun untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Sepri, Jumat (13/5/22).

Dikonfirmasi terkait penjualan baju seragam batik di sekolah-sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Simalungun melalui Kepala Dinas Kominfo SML Simangunsong mengatakan, pengadaannya sudah dihentikan.

“Kadis Simalungun telah menyurati kepal sekolah SD dan SMP untuk menghentikan pengadaan pakaian batik dan menunggu evaluasi selanjutnya,”  sebut Simangunsong. (ricky fh)

Related posts

Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG, Komisi IX Desak Pelaku Ditindak Tegas

10 Kartu Legacy 100 CTFP, dari Andrew Parsons hingga Alessandra Giannetto

79 Daerah Kekurangan Anggaran Rp14 Triliun, Komisi II Desak Pemerintah Pusat Tambah DAU Pemda