BANDAR LAMPUNG – Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menghadiri workshop AJV (Aliansi Jurnalistik Video), di Gedung Dewan Kesenian PKOR, Way Halim, Bandar Lampung, Jumat (24/6/22).
Kegiatan bertema “Jurnalistik Merdeka dan Optimasi Konten Sosial Media”, dihadiri Irjen Pol (Purn) Ike Edwin, Ketua AJV Syaefurrahman Al Banjary, Naqiyyah Syam Founder of Tapis Blogger, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Lampung AKBP Rahmad Hidayat serta 3 orang narasumber dari perwakilan jurnalis Lampung.
Kabid humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, yang menjadi salah satu narasumber pada acara tersebut menyampaikan materi tentang bagaimana perananan Polri terutama Humas di Era Digital dan Keterbukaan Publik dalam Optimasi Konten Media Sosial.
Humas pada era digital ini, kata dia, harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman sesuai dengan keinginan Kapolri yang tertuang dalam program kerja beliau pada point ke-13 yaitu Pemantapan Komunikasi publik, ujarnya.
Humas Polri dituntut untuk selalu bisa menjawab keresahan masyarakat terutama di media sosial, mengingat hampir seluruh masyarakat pada saat ini memiliki akses internet, memiliki media sosial, sehingga memudahkan mereka untuk menerima informasi yg berkembang atau sedang viral, kata Pandra.
“Kami juga harus mampu menjawab setiap kejadian yang sedang terjadi dan sedang viral yang berkaitan dengan Polri itu sendiri, sehingga tidak ada jawaban ‘no comment’ atau yang seperti itu,” imbuhnya.
Contohnya seperti kejadian yg saat ini sedang Viral, bahwa ada seorang yang baru membeli motor dari dealer, kemudian ditilang oleh Polisi, setelah kita telusuri, ternyata merupakan berita hoax.
“Jadi seperti itulah humas yang dituntut dalam era digital dan keterbukaan ini, dan Humas akan selalu berbenah dan berkembang lebih baik lagi kedepannya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum AJV Syaefurrahman mengatakan, AJV yang lahir di era Covid-19 pada Februari 2020 adalah organisasi profesi jurnalis video.
Bertujuan mewujudkan kemerdekaan jurnalis, agar mampu menyebarkan informasi yang positif dan inspiratif berdasarkan etika jurnalistik.
AJV juga mengembangkan jurnalisme berkeadilan, memberikan advokasi dan perlindungan hukum terhadap anggotanya terkait kegiatan jurnalistik, serta ikut membangun pengembangan hukum media.
Syaefurrahman berharap AJV Sumsel dapat berkolaborasi dengan Pemda setempat dan berbagai elemen masyarakat untuk mengurangi informasi sesat dan palsu (hoax) dengan mengembangkan jurnalisme positif.
“Tugas kita sekarang adalah melakukan edukasi kepada anak-anak muda, khususnya milenial, agar mampu membuat dan menyebarkan video yang berstandar jurnalisme. Pengembangan konten kreatif ini ke depan akan menjadi raja di era digital,” katanya. (noverta)