Sekelumit Catatan Sejarah Jakarta:
Harmonie – Tendean adalah poros nama yang sangat legendaris dan terkenal alias beken di Jakarta yang menyiratkan sebuah poros lintas tengah kelas satu yang membelah jantung Ibu Kota Negara DKI Jakarta Raya selain poros Thamrin – Sudirman yang sarat dengan nilai historis perjalanan sejarah sebuah kota sangat besar dan super sibuk yang menjadi ibu kota negeri teramat besar ini yang berevolusi dari Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia hingga DKI Jakarta.
Sepanjang poros Harmonie -Tendean sarat terdapat simbol-simbol elit historis republik ini, Istana Negara, Monas, Gambir, kawasan perkantoran lembaga negara, perwakilan diplomatik dan pemukiman elit Menteng (Cikini-Gondangdia) hingga kawasan Rasuna Said, Kuningan dan Mampang Prapatan.
Nama Harmonie diadopsi dari nama sebuah gedung peninggalan pemerintahan kolonial Hindia-Belanda yang bernama ‘Sosietiet De Harmonie, berdiri pada akhir abad ke-19 atas prakarsa Gubernur Jenderal Reinier de Klerk pada tahun 1776, sebagai tempat bergengsi kala itu bagi kalangan elit atau jetset sebagai pusat gaya hidup perkumpulan eksklusif para sosialita Eropa di Batavia seperti para pejabat kolonial, pengusaha dan priyayi.
Namun, meskipun kini gedung tersebut telah lama dipugar, nama historis-legendaris Harmonie tetap diabadikan sebagai sebuah nama bilangan daerah di seputaran Jalan Veteran dan Jalan Majapahit, Jakarta Pusat yang senantiasa sibuk sebagai salah satu denyut jantung dan urat nadi kehidupan Jakarta Raya sebagai ibu kota republik besar ini, yang di dekatnya terdapat simbol-simbol utama negeri kita, Istana Negara, Monas dan beberapa monumen dan museum bersejarah tinggi, Balai Kota, perwakilan diplomatik, beberapa kawasan perkantoran utama lembaga negara, BUMN dan sebagainya.
Dimana pada sebelah barat dan utaranya terdapat kawasan niaga, perdagangan utama Jakarta sepanjang poros Roxi, Hayam Wuruk, Gajah Mada, Glodok, Jakarta Kota hingga Mangga Dua.
Sedangkan nama bilangan daerah Tendean, Jakarta Selatan adalah berasal dari nama seorang Pahlawan Revolusi, Kapten CZi Anumerta, Pierre Andries Tendean yang telah gugur dalam menjaga ideologi negara, Pancasila dari rongrongan ideologi Komunis pada tahun 1965 dan keteladanan heroiknya yang sangat fenomenal dengan ucapannya, “Saya Nasution !”, ketika ia sebagai seorang ajudan Menko Hankam/KaStaff Angkatan Bersenjata, Jenderal Nasution, harus menjaga dan melindungi Sang Pemimpin dan keluarganya.
Oleh sebab itu nama Jalan Kapten Tendean di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ini, menjadi salah satu nama jalan yang sangat terkenal dan historis di ibu kota negeri ini, menjadi simbol monumental yang senantiasa setia mengingatkan pada setiap anak negeri besar ini untuk selalu mengenang jasa para pahlawan dan menghargai sejarah bangsanya.
Kawasan di sekitar bilangan daerah Tendean ini terdapat akses utama menuju daerah Kebayoran Baru, dimana disana terdapat banyak kantor instansi lembaga negara, pemukiman elit dan kawasan niaga Blok-M. Kawasan Tendean yang sangat strategis ini juga bersebelahan langsung dengan Jalan Jenderal Gatot Subroto, akses poros utama timur-barat utara Jakarta Raya ini sepanjang Cawang-Grogol-Pluit, dimana pada ujung timur Jalan Kapten Tendean inj terdapat studio Trans TV dari korporasi raksasa media Trans Corporations, sebagai media televisi hiburan ternama dan nomor satu di tanah air.
Harmonie-Tendean, sebuah poros utama jantung dan urat nadinya ibu kota republik sebagai sebuah monumental panjangnya jejak historis-legendaris dari catatan sejarah negeri besar ini.
Harmonie-Tendean, salah satu saksi kunci yang setia mengawal lajunya derap kemajuan martabat peradaban pada sebuah ibu kota negara besar yang kian berkembang dan terus bergerak maju dalam segala aspek kehidupan segenap warganya, sebagai inspirasi bagi banyak kota-kota besar di seantero tanah air tercinta ini.
Febiyanto Harmonie
Pemerhati Sejarah Jakarta
The Harmonie-Tendean Heritage Community, Jakarta