MEDAN – Sebanyak empat anak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan yang melarikan diri berhasil ditangkap kembali, Jumat (21/10/22).
Sebelumnya, keempat anak berinisial SA, AF, FL, dan BS tersebut melarikan diri melalui tembok LPKA saat pelaksanaan salat subuh di hari yang sama.
“Mereka memanjat tembok LPKA dengan meja dan kursi, dan kemudian melompat keluar. Ada satu yang ke arah barat yang berbatasan langsung dengan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara (Rupbasan) Kelas I Medan, dan yang lainnya ke arah timur. Tentu yang ke Rupbasan dapat langsung kami amankan,” ujar Kelapa LPKA Medan, Tri Wahyudi.
Tri mengungkapkan, seketika setelah diketahui ada Anak yang melarikan diri, pihaknya langsung membentuk tim untuk melakukan pengejaran.
Hasilnya, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam ketiga Anak yang lain akhirnya kembali ke LPKA Medan.
“Begitu tim terbentuk, kami langsung berupaya mengejar ketiga Anak tersebut. Ada satu yang diantar kedua orang tuanya kembali, sedangkan dua lainnya ditemukan di bawah jembatan layang jalan tol yang berjarak delapan kilometer dari LPKA,” ungkap Tri.
Seketika setelah kembali ke LPKA, pemeriksaan medis dan pemberian asupan makan langsung dilakukan kepada anak yang melarikan diri.
Terlebih terdapat Anak yang mengalami cidera setelah lompat dari tembok LPKA.
“Secara umum semua anak yang melarikan diri dalam kondisi sehat dan terus di bawah pengawasan. Kami memastikan seluruh kesehatan mereka pulih untuk nantinya diperiksa dan tentu tetap diberikan hukuman disiplin sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Tri.
Lebih lanjut, pasca kejadian ini jajaran LPKA Medan langsung memeriksa dan melakukan sterilisasi area sekitar blok hunian serta penguatan pengawasan dan kewaspadaan atas gangguan keamanan dan ketertuban. (dz)
