BANDUNG – Telkom University dan Pemkab Bandung berkolaborasi dalam Program Matching Fund Kedaireka 2022 dalam pembuatan mesin-mesin produksi dan juga literasi digital marketing dan e-industry companion.
Hal tersebut guna mendorong seluruh industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Bandung dapat mengikuti perkembangan teknologi dengan memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan perekonomian daerah.
Dadang mengaku sempat ke Singapura untuk belajar mengembangkan kreativitas industri Kabupaten Bandung.
“Kesimpulannya, kalau seandainya daerah tidak mengikuti, maka akan ketinggalan. Nanti orang dari Singapura ke sini sehingga bisa membahas secara keseluruhan langkah-langkah pelayanan ini bisa lebih mudah dan cepat,” tambah Dadang.
Meski demikian, proses perancangan mesin-mesin produksi untuk para IKM tidak menggunakan mesin dari Singapura atau negara lain.
“Untuk proses pembuatan mesin dirancang oleh Tim Telkom University yang memanfaatkan bahan-bahan dalam negeri, dan ini asli merupakan produk Indonesia. Pada 2024 terdapat instruksi presiden (untuk menggunakan produk lokal), wajib harus kita lakukan,” ujarnya.
Dadang mengatakan, pihaknya akan terus mendorong UMKM yang sekarang jumlahnya mencapai sekitar 15 ribu, supaya bisa lebih maju.
“Nanti kami sampaikan kepada Tel-U untuk bisa menjadi pembina karena kalau tidak ada pembinaan, tidak mentrasformasi masalah keilmuannya kepada para UMKM,” katanya.
Ketua Pelaksana Program Kedaireka 2022, Faisal Budiman, menjelaskan bahwa akademisi Telkom University dan Pemkab Bandung bekerja sama, yang salah satunya dengan program Kedaireka dari pemerintah pusat.
“Jadi, matching fund, bekerja sama saling memberikan pendanaan untuk kegiatan ini, dan pada tahun 2022 kami khusus memfasilitasi proses digitalisasi UMKM yang ada di Kabupaten Bandung,” ujar Faisal di Kompleks Pemkab Bandung.
Faisal mengatakan, seperti pembuatan mesin produksi IoT, ada dari tim Fakultas Rekayasa Industri (FRI) dan Fakultas Teknik Elektro (FTE).
Ada juga digital marketing dan juga ada e-industry companion yang dihendel oleh Fakultas Komunikasi Bisnis (FKB) dan Fakultas Industri Kreatif (FIK).