“Mas Bagas apakah sedang di rumah? Saya mau silaturahim. Makasih banyak Mas Bagas.” Begitu bunyi pesan Pak Aqua Dwipayana lewat WhatsApp Kamis sore (1/12/22).
Saya kaget, karena sepertinya baru beberapa hari lalu Pak Aqua menanyakan alamat saya, eh kemarin sore sudah direalisasikan hendak bersilaturahim.
Karena beberapa hal akhirnya kami bersepakat bertemu pukul 20.00-an di salah satu kafe di Jalan MT Haryono, Semarang. Kebetulan juga karena Pak Aqua sedang ada di kawasan itu.
Bertemu dengan Pak Aqua seperti berjumpa dengan saudara sendiri saja. Akrab dan hangat. Padahal ini baru kali kedua saya bersua dengan Pak Aqua, setelah pertemuan pertama dulu berkenalan.
Waktu itu saya diajak teman saya Mas Sasongko Tedjo untuk bertemu dengan Pak Aqua. Dari pertemuan pertama hingga kemarin malam itu kami cuma bertukar kabar lewat pesan WhatsApp. Namun ya itu tadi, pertemuan kedua ini sangat akrab dan hangat.
Sepenuhnya Ibadah
Kami banyak bicara tentang kiprah Pak Aqua melakukan Sharing Komunikasi dan Komunikasi karena posisinya sebagai motivator nasional.
Juga ngobrol tentang banyak amalan Pak Aqua kepada sesama. Mengenai jejaring dan pertemanan. Kemudian soal program mengumrahkan banyak orang.
Pak Aqua menjelaskan bahwa landasan semua aktivitasnya itu adalah keikhlasan dan juga pemahaman bahwa semua ada dalam pengaturan-Nya.
Ikhlas menjadikan Pak Aqua merasa tanpa beban apa pun ketika beramal dan menebar manfaat kepada orang lain.
“Kalau kemudian ada yang mengatakan, Pak Aqua apa gak riya’? Saya tidak terlalu memedulikannya. Saya sudah niatkan semua aktivitas saya karena ALLAH. Sepenuhnya ibadah”.
Pemahaman bahwa semua kehidupannya dalam pengaturan-Nya juga membuat Pak Aqua tidak pernah mengkhawatirkan apa pun. “ALLAH lah yang mengatur semuanya”.
Dan nyatanya meski banyak memberikan hadiah kepada para peserta Sharing Komunikasi dan Motivasi serta juga mengumrahkan banyak orang, rezeki tetap mengalir.
Entah dari memberikan sharing, atau donasi dari jaringan pertemanannya yang luas. “Kalau kita amanah maka orang juga akan percaya kepada kita”, kata Pak Aqua.
Tak terasa obrolan kami berlangsung dua jam. Sebelum berpisah, Pak Aqua memberikan dua bukunya super best seller karyanya untuk saya dan dua lagi titip buat Mas Sasongko Tedjo.
Kedua buku itu berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.
Matur suwun Pak Aqua atas tambahan ilmu dan pemahaman yang saya peroleh dari silaturahim ini.
Heryanto Bagas Pratomo
Pemimpin redaksi smol.id