Jaga Reputasi, Tegas Putuskan Batalkan Sharing Komunikasi dan Motivasi

Dr Aqua Dwipayana Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional. Foto/Dok Pribadi

Seharusnya Kamis (22/12/22) sore sampai malam ini saya Sharing Komunikasi dan Motivasi. Tempatnya di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Durasinya minimal tiga jam termasuk tanya-jawab.

Acaranya rapat pimpinan (rapim) 2022. Pesertanya lebih dari 40 orang. Sejak sekitar sebulan lalu pemilik korporasi besar itu sudah kontak saya. Mengabarkan tentang rencana kegiatan tersebut dan mengundang saya sebagai pembicara.

Saya mengatakan siap. Apalagi pemilik korporasi itu adalah teman akrab saya. Orang yang sangat saya hormati. Undangannya menjadi prioritas untuk saya hadiri.

Kemudian ada stafnya yang mengontak saya. Menginfokan lebih detil acaranya. Hal itu saya tindak lanjuti dengan meminta data terkait acara sharing tersebut dan mengenai korporasi besar itu.

Saya mengirimkan sejumlah pertanyaan. Sebagai bahan untuk membuat materi presentasi saya. Dijanjikan tiga hari kemudian seluruh data diberikan.

Setelah tiga hari datanya tidak dikirim. Hari keempat juga nihil. Begitu juga hari kelima yang merupakan H-1 tidak ada tanda-tanda pengiriman data ke saya.

Saat komunikasi dengan teman saya yang merupakan pemilik korporasi itu —awalnya kami membahas topik yang lain— saya sampaikan bahwa semua data yang saya minta belum dikirimkan statnya.

“Pak Aqua, orangnya ada di sini, di dekat saya. Segera saya ingatkan untuk mengirimkan seluruh data yang bapak perlukan,” ujarnya dengan ramah.

Sesaat kemudian stafnya mengirimkan sebagian data sesuai pertanyaan saya. Apa adanya. Tidak lengkap.

Saat bicara lewat telp, dia terkesan membela diri. Tidak ada permohonan maaf karena telat mengirimkan datanya dan kurang lengkap.

Menghargai Keputusan
Sikapnya itu memicu saya untuk tegas memutuskan tidak jadi sharing di acara tersebut. Lewat WhatsApp (WA) saya sampaikan hal itu kepada teman saya disertai alasan yang mendasari keputusan saya tersebut.

Intinya data yang kurang menyebabkan pembuatan materi tidak maksimal. Akibatnya saat presentasi tidak optimal. Peserta rapim tidak mendapat banyak masukan.

Semua target yang pernah disampaikan teman itu dengan mengundang saya untuk memberikan motivasi tidak akan terwujud. Kehadiran saya di acara penting tersebut jadi sia-sia.

Malamnya staf yang mengirimkan data telepon saya. Menawarkan penundaan acaranya pada Jumat (23/12/22). Tegas saya tolak karena data yang saya minta tidak lengkap.

Sekitar dua jam kemudian teman saya kirim WA. Minta izin telepon saya. Langsung saya kontak. Kemudian saya sampai secara detil alasan saya memutuskan tidak memenuhi undangannya.

Teman saya sangat memakluminya. Bahkan menghargai keputusan saya. Sebagai wujud nyata sebagai pembicara profesional.

“Padahal ke anak-anak (sebutan kepada jajarannya) sudah saya sampai bahwa Pak Aqua adalah motivator nasional yang handal. Sehingga harus serius mempersiapkan acaranya. Ternyata…” Ungkap teman itu sambil menyampaikan sangat menghargai ketegasan sikap saya.

Teman saya tersebut juga minta maaf atas ketidaknyamanan yang saya rasakan selama berkomunikasi sama stafnya.

Dia mengatakan akan “menjembatani” agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Reputasi Tetap Terjaga
Dengan keputusan tegas membatalkan sebagai pembicara di rapim itu apakah saya rugi? Sama sekali tidak. Justru saya untung karena reputasi saya tetap terjaga dengan baik.

Daripada memaksakan tampil dengan data yang terbatas. Hasilnya pasti tidak maksimal. Dampaknya terkait erat dengan nama baik saya.

Di sisi lain, sejak 17 tahun lalu sampai sekarang, saya telah sharing di ribuan sesi dengan total peserta lebih dari satu juta orang. Tempatnya di 34 provinsi dan puluhan negara.

Bagi saya menjaga nama baik dan reputasi jauh lebih penting dibandingkan yang lain termasuk materi berapa pun juga nilainya.

Dengan begitu selalu tegas menolak undangan di luar aturan yang telah saya tetapkan. Alhamdulillah…

Semoga semua pelajaran dan pengalaman berharga di atas dapat menjadi renungan dan bahan untuk introspeksi diri betapa pentingnya menjaga komunikasi dan hubungan dengan semua orang. Aamiin ya robbal aalamiin…

Dari Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta saya ucapkan selamat berusaha mewujudkan profesionalisme dengan tetap menjaga reputasi. Salam hormat buat keluarga.

Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

Related posts

Sangat Bersyukur Sehari Jalan ke Berbagai Kota dan Lancar

Jumat Berselimut Sholawat

Ijazah Antara Ghibah dan Berbantah-bantah