JAKARTA – PT Medco E&P berhasil menemukan cadangan sumur gas baru di wilayah Sumatera Selatan pada akhir tahun 2022.
Cadangan gas yang ditemukan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) bersama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) PT Medco E&P, membuktikan masih besarnya cadangan gas di indonesia.
Sumur gas yang ditemukan tersebut berada dalam wilayah ekplorasi Flamboyan 1- Blok South Sumatera.
Benny Lubiantara, Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Managemen Wilayah Kerja SKK Migas, mengatakan Sumur Flamboyan-1 Blok South Sumatera mulai ditanjak 10 Oktober 2022 dengan kedalaman 5800 feet di daerah Baturaja.
Hasil tes sumur eksplorasi Flamboyan-1 menghasilkan gas berkualitas tinggi dengan laju alir awal sebesar 5,4 MMSCFD (juta standar kaki kubik perhari) 2.050 psig Flowing Tubing Head Pressure (THP).
“Saat ini kami masih menunggu hasil tes, selanjutnya untuk memastikan besaran cadangan yang ditemukan, berdasarkan analisa sumur tersebut hahasilkan 15 MMSCFD,“ ujar Benny, Senin (26/12/2022) di Jakarta.
Dituturkan Benny, bahwa temuan di Baturaja pada Blok South Sumatera menunjukkan potenti gas yang ada di Indonesia masih sangat besar.
Untuk itu diperlukan proses percepatan temuan SKK Migas, agar sumber cadangan tersebut dapat segera di produksi. Benny menegaskan temuan ini menjadi lebih penting untuk memenuhi target produksi nasional pada tahun 2023.
“Dalam fase transisi energi memiliki peranan penting. Kami berharap agar produksi gas ini dapat segera dimanfaatkan oleh pasar domestik,” tegas Benny.
Direktur Utama Medco E&P, Ronald Gunawan mengatakan keberhasilan Sumur Flamboyan-1 akan mendorong eksplorasi lain di daerah sekitar.
“Kami juga optimis monetisasi dari penemuan eksplorasi ini dapat dilakukan dengan cepat, karena lokasi yang dekat dengan fasilitasi produksi terpasang,” jelasnya.
PT Medco E&P untuk mendukung upaya pemerintah dalam memproduksi gas, terus melakukan upaya eksplorasi dan eksploitasi blok-blok cadangan gas.
Empat proyek yang sekarang sudah beroperasi yaitu Gas Hiu Field, proyes Belida Ekstension, Gas Bronang Field, dan Minyak forel field yang akan beroperasi 2023.
Sementara itu Kepala Satuan Kerja SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan produksi minyak sebesar 1 juta BPH dan gas sebesar 12 MMSCFD pada masa akan datang.
“Kebutuhan gas kedepan masih akan meningkat, karena gas sumber energi trasisi. Gas juga sebagai sumber energi fosil yang masih bersih,” ujarnya. (noverta)
