Membaca tulisan Dr Aqua Dwipayana yang berjudul “Memperbanyak Teman Jangan Pelit”, membuat saya spontan ikut bertutur untuk memberi komentar.
Bagaimana sih caranya biar punya banyak teman dan bisa langgeng selama puluhan tahun?
Pertanyaan ini terlihat sederhana, namun tentu praktiknya tidak sesederhana itu.
Bagi kebanyakan orang, tidak mudah untuk memiliki teman banyak dan tetap langgeng dalam kurun waktu yang cukup lama.
Karena bagi kebanyakan orang, rumus yang sering mengemuka adalah, “Kalau berteman dengan beliau, kita akan dapat apa sih? Kita akan untung berapa sih?
Kita akan menjadi terkenal apa nggak sih?” Dan masih banyak tanda tanya yang dimiliki oleh orang ketika akan memulai sebuah pertemanan.
Namun, saya menemukan seseorang yang luar biasa, saya kenal beliau sejak sekitar sepuluh tahun lalu.
Ketika pertama kali kenalan, beliau yang ramah dan hangat, menyambut saya sebagai seorang kenalan baru yang serasa sudah kenal sejak lama.
Siapakah beliau? Dia adalah seorang motivator hebat bernama Dr Aqua Dwipayana.
Beliau adalah salah seorang dari sedikit orang yang saya kenal mempraktikkan langsung bahwa, “Kepada setiap orang selalu berusaha memberikan yang terbaik”, bukan sebaliknya “Keuntungan apa yang akan saya dapat darinya?”
Dapat Perlakuan Sama
Beliau mampu melaksanakan itu secara konsisten sejak puluhan tahun lalu. Makanya tidak heran sangat banyak orang yang nyaman berteman dengannya, bahkan sangat nyaman.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Juga strata ekonominya mulai dari bawah, menengah, hingga atas. Semuanya bersikap sama: nyaman berkomunikasi dan berteman dengan Dr Aqua.
Kenapa itu bisa terjadi? Karena Dr Aqua sekali pun tidak pernah membeda-bedakan setiap orang. Berteman secara universal dengan semua orang.
Begitu juga dalam melayani, yang merupakan kebiasaan rutin beliau setiap hari. Semuanya mendapatkan perlakuan yang sama tanpa membeda-bedakan latar belakang seseorang.
Bahkan sering keberpihakannya sama orang kecil lebih besar. Satpam, sopir, dan petugas kebersihan misalnya.
Semua kebiasaan positif Dr Aqua juga diterapkan istrinya Ibu Retno Setiasih serta kedua anaknya Mbak Alira Vania Putri Dwipayana (Alira) dan Mas Savero Karamiveta Dwipayana (Ero).
Mereka mampu menjaga konsistensi falsafah pertemanan tersebut hingga saat ini.
Beliau sekeluarga laksana pustaka hidup bagi siapa saja yang ingin menerapkan prinsip pertemanan seperti yang tersebut di atas.
Mereka setiap saat siap membagikan pengalamannya kepada siapa saja tentang itu.
Belajar Berteman dengan Ikhlas
Apakah lantas membuat Dr Aqua sekeluarga menjadi memiliki beban untuk menerapkan model pertemanan seperti itu? Tidak sama sekali.
Bahkan mereka sekeluarga sangat menikmatinya, apalagi bagi Dr Aqua yag sejak sekitar 18 tahun lalu telah memutuskan hanya memiliki TUHAN sebagai satu-satunya atasan bagi dirinya.
Kuncinya memang ikhlas. Dr Aqua sekeluarga sangat yakin dengan janji ALLAH SWT bahwa apabila segala sesuatu dikerjakan dengan ikhlas, maka ALLAH SWT menggaransi akan memberikan balasan berkali lipat.
Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan limpahan nikmat sehat dan barokah untuk Dr Aqua sekeluarga. Aamiin ya robbal aalamiin…
Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :
Dari Berlin menawar kapas.
Ke Alor membawa meja berpenutup.
Bagi yang ingin belajar berteman dengan ikhlas,
Doktor Aqua adalah pustaka hidup.
Joko Sudarmawan
Manajer Solusi dan Kemitraan Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero)