Dr Aqua Dwipayana: Penyebab Utama Konflik di Dunia Kerja Karena Kesalahan dalam Komunikasi

Dr Aqua Dwipayana (kiri) bersama Dirut PT Mahkota Group Usli Sasri (kanan) dan Kepala Lembaga Pembiayaan Ekspor Cabang Medan Alexander (tengah). Foto/Dok Pribadi

MEDAN – Pakar komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana menyodorkan data menarik bahwa nyaris 80 persen konflik di dunia kerja akibat kesalahan dalam berkomunikasi.

Fakta menarik ini disampaikan menjelang pelaksanaan sharing komunikasi dan motivasi bertajuk “Loyalitas dan Integritas” di PT Mahkota Group Tbk, di Grand Jati Junction, lantai 27, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 3A Kota Medan, Sumut, Kamis (15/6/23).

Mahkota Group adalah perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan produksi minyak sawit dengan lokasi yang tersebar di Sumut, Riau, dan Sumsel.

“Komunikasi yang buruk atau tidak efektif dapat menyebabkan ketidakpahaman, kesalahpahaman, dan ketegangan antara anggota tim,” kata Dr Aqua Dwipayana.

“Ada beberapa penyebab. Misalnya, karena pesan yang tidak jelas. Hal itu dapat menyebabkan interpretasi yang berbeda oleh penerima. Ini bisa menimbulkan kesalahpahaman dan mengarah pada konflik,” lanjutnya.

Penyebab lainnya adalah karena tidak menyimak dengan baik. Ketika seseorang tidak mendengarkan dengan baik atau tidak memberikan perhatian penuh saat berkomunikasi, mereka mungkin melewatkan informasi penting atau gagal memahami pesan dengan benar. Ini dapat menyebabkan kesalahan interpretasi dan konflik.

“Juga bisa karena penafsiran yang salah. Seringkali, orang cenderung membuat asumsi atau menafsirkan pesan berdasarkan pemahaman atau pengalaman mereka sendiri,” katanya.

“Ini dapat menyebabkan kesalahpahaman dan konflik yang tidak perlu,” ujar doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini.

Dr Aqua menyarankan agar di setiap perusahaan atau organisasi agar membiasakan melaksanakan komunikasi dua arah. Dengan begitu mengeliminir terjadinya kesalahpahaman dari berkomunikasi.

“Semua pemimpin di seluruh level harus berinisiatif untuk konsisten melaksanakan komunikasi dua arah. Sehingga para jajarannya merasa nyaman setiap berkomunikasi dengan atasannya,” ucapnya.

Komunikasi Masalah Paling Krusial
Pria yang telah memotivasi lebih dari sejuta orang baik di Indonesia maupun di puluhan negara itu menjelaskan di perusahaan atau organisasi masalah paling krusial adalah komunikasi antara atasan dan bawahan.

Hal itu terjadi karena ada dua perbedaan mendasar yakni pengalaman dan wawasan.

Dia menegaskan, semua pegawai di lingkungan industri atau perusahaan dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi komunikasi.

Ini merupakan hal mendasar dalam upaya mewujudkan kualitas koordinasi antarunit kerja.

“Untuk itu mari terus belajar komunikasi. Ini adalah aspek terpenting dalam penanganan bidang apapun termasuk di pendidikan, tapi seringkali pula setiap masalah bersumber dari minimnya kemampuan dalam berkomunikasi,” ucap staf ahli Ketum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik ini.

Dia menyebutkan, jika komunikasi efektif begitu penting dalam dunia kerja. Pasalnya, komunikasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan proses bisnis dari sebuah perusahaan atau organisasi kerja.

Untuk itu, pria yang tak pernah henti keliling negeri buat menyampaikan sharing komunikasi dan motivasi ini, memberikan lima kunci sukses melakukan komuniksi yang baik yakni melalui penerapan REACH Plus AC.

Menurut Dr Aqua Dwipayana selama ini telah terbukti REACH Plus A+C sukses mengatasi berbagai persoalan komunikasi.

Jadi, semua pegawai di lingkungan industri perkebunan sawit agar menjalankannya saja secara konsisten.

Aspek pertama adalah sikap menghargai orang lain tanpa kecuali yang diwakili dengan kata “Respect”.

Penulis buku “super best seller” trilogi The Power of Silaturahim ini menegaskan di mana pun kita berada, jangan pernah menganggap remeh siapa pun.

Hormati dan hargai semua orang yang berkomunikasi dengan kita termasuk para pegawai terendah di perusahaan.

“Jangan karena punya jabatan, merasa lebih hebat dari yang lain. Sehingga tidak menghargai sesama,” katanya.

Amanah sebagai karyawan atau bahkan pimpinan perusahaan, ujar Dr Aqua Dwipayana, sebaiknya dimanfaat sebaik-baiknya dengan menghargai semua orang.

Sehingga semuanya merasa nyaman saat bekomunikasi. Selain itu, tambah Dr Aqua Dwipayana, mereka yang diajak berkomunikasi tidak ragu-ragu menyampaikan berbagai informasi. Sedikit banyak info yang disampaikan mereka bermanfaat.

Kedua adalah sikap “empathy” (empati). Semua kalangan harus bisa merasakan yang dirasakan orang lain. Ini juga penting buat pimpinan kepada seluruh karyawan.

“Upayakan bisa merasakan yang dialami orang lain. Dengan begitu semuanya merasa nyaman. Apalagi kalau kemudian dapat membantu mengatasi kesulitan mereka,” tuturnya.

Ketiga, tambah motivator kawakan ini adalah Audible atau dapat dimengerti yaitu semua yang disampaikan dengan mudah dipahami seluruh orang meski latar belakang termasuk pendidikannya berbeda-beda.

Untuk melengkapi itu, lanjut pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara pada 23 Januari 1970 ini, maka perlu yang keempat yakni Clarity atau penyampaiannya menggunakan kalimat terbuka dan sederhana.

Terakhir adalah Humble atau rendah hati, tidak ada yang perlu disombongkan. REACH akan sangat berarti jika dilengkapi dengan huruf ‘A’ dan ‘C’ yakni Action dan Consistency atau Tindakan nyata dan cepat serta Konsistensi dalam pelaksanaannya.

“Pengalaman saya selama ini hal yang paling mendasar dari hal itu adalah sikap rendah hati, mau belajar, dan saling menghargai,” tegas Dr Aqua Dwipayana.

Alexander Halim Berjasa
Dr Aqua Dwipayana menyampaikan sharing komunikasi dan motivasi di PT Mahkota Group Tbk atas undangan Direktur Utama Usli Sasri.

Mereka pertama kali ketemu awal 2023 di Medan. Kepala Lembaga Pembiayaan Ekspor Cabang Medan Alexander Halim yang berjasa mempertemukan mereka.

Saat mereka ketemu di kantor Usli, salah satu yang dibicarakan adalah upaya meningkatkan kualitas para pegawai PT Mahkota Group Tbk baik yang bertugas di kantor pusat maupun yang di lapangan.

Mereka sepakat bahwa semua karyawan perlu mendapatkan sharing komunikasi dan motivasi.

“Saya akan mengundang Bapak Aqua Dwipayana untuk memberikan sharing komunikasi dan motivasi kepada para pegawai PT Mahkota Group Tbk. Mereka perlu mendapat motivasi dan kemampuan komunikasinya ditingkatkan,” ujar Usli.

Di sela-sela jadwalnya yang sangat padat, baik untuk memberikan sharing komunikasi dan motivasi maupun silaturahim, Dr Aqua Dwipayana ke Medan memenuhi undangan Usli.

Bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana tiba di Ibu Kota Sumut itu pada Rabu (14/6/23).

Begitu mendarat di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumut, sudah ada serangkaian agenda Dr Aqua Dwipayana. Sepanjang hari itu aktivitasnya sampai malam.

Salah satu yang sangat mengesankan buat Dr Aqua Dwipayana saat Usli mengajak dan mengenalkan ibunya Sasri yang masih energik dan asyik diajak komunikasi meski usianya telah mencapai 87 tahun.

Ketika bertemu perempuan yang memiliki 11 anak, 30 cucu, dan 31 cicit itu, Dr Aqua Dwipayana banyak menyimak yang disampaikan Sasri. Semuanya menarik serta merupakan pelajaran dan pengalaman berharga.

Meski baru pertama kali ketemu namun komunikasi mereka akrab sekali. Apalagi Dr Aqua Dwipayana memperlakukan Sasri seperti ibu kandungnya sendiri.

Ucapan dan perilakunya menunjukkan bakti seorang anak kepada orang tuanya. Hal itu membuat Sasri respek kepadanya.

Dengan penuh semangat Sasri bercerita perjuangannya sejak muda hingga sukses mendidik 11 anaknya. Dia merupakan pekerja keras yang tidak pernah putus asa dan mengenal lelah.

Begitu asyiknya mereka ngobrol, tidak terasa hampir dua jam. Karena ada agenda yang lain, Dr Aqua Dwipayana pamit. Berkali-kali pria rendah hati itu menyampaikan kekagumannya pada Sasri.

“Ibu Sasri sehat terus ya. Banyak orang termasuk saya membutuhkan Ibu. Kehadiran Bu Sasri di setiap tempat menyemangati lingkungan karena selalu memotivasi semua orang dengan penampilan yang ceria dan mengutamakan pikiran positif,” kata Dr Aqua Dwipayana.

Sasri senang sekali dengan kehadiran Dr Aqua Dwipayana. Apalagi komunikasinya nyambung saat mereka membicarakan berbagai hal.

Dr Aqua Dwipayana menyerahkan buku super best seller Trilogi The Power of Silaturahim kepada Sasri ditemani putranya Usli Sasri.

Hal itu membuatnya makin semangat menceritakan pengalamannya termasuk saat merawat dan membesarkan semua anaknya.

“Pak Aqua lain kali ke sini lagi ya. Kita lanjutkan ngobrolnya. Saya senang ketemu Bapak. Apalagi kita ngobrolnya asyik sekali,” ujar Sasri.

Related posts

Mencari Kartini di Bantargadung, Ketika Tanah Bergerak dan Harapan Ditegakkan

Cak Imin Ingatkan Bahaya Vape, Pesantren Tak Boleh Kecolongan

Hadirkan Nuansa Kampung Halaman, Seniman Putra Gara Rilis Lukisan ‘Gadis Dataran Tinggi’ Gayo