BANDUNG – Desa Laksana, Kecamatan Ibun merupakan salah satu desa di Kabupaten Bandung yang dinobatkan sebagai desa wisata sejak tahun 2011.
Selain terkenal akan keindahan alam dan suasana sejuknya, desa yang terletak di dekat Kawah Kamojang ini juga memiliki potensi geowisata panas bumi, wisata budaya, wisata kuliner dan banyak lagi.
Meskipun begitu, dalam perkembangannya sebagai desa wisata, masyarakat Desa Laksana menilai pengembangan produk wisata di Desa Laksana belum optimal.
Salah satu kendalanya adalah kurang terorganisirnya produk-produk wisata tersebut dan kurangnya pemasaran serta informasi yang memadai untuk mengakses tempat wisata ini.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Telkom University menyelenggarakan pelatihan pembuatan paket wisata untuk masyarakat Desa Laksana.
Tim beranggotakan Dien Rahmawati, M.T., Dr. Achmad Rizal, dan Wahmisari Priharti, Ph.D. dari Fakultas Teknik Elektro.
Materi pada pelatihan yang dihadiri anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta Karang Taruna ini disampaikan Burhanuddin Aziz, M.Hum dari Digikara sebagai narasumber utama.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dorongan dan bimbingan yang dapat kami berikan kepada masyarakat desa Laksana agar dapat lebih mengoptimalkan potensi wisata di desanya,” tutur Dien selaku tim ketua pengabdian masyarakat.
“Pada pelatihan ini, disampaikan pentingnya membuat paket wisata, komponen, strategi serta best practice yang diperlukan untuk menghasilkan paket wisata,” lanjutnya.
Lebih lanjut menurut Dien, pada pelatihan ini juga disampaikan sosialisasi pengembangan aplikasi wisata desa Laksana yang nantinya dapat diakses wisatawan.
Aplikasi ini berisi informasi terkait paket-paket wisata yang ditawarkan, peta lokasi, fasilitas serta kegiatan yang dapat dilakukan wisatawan ketika berkunjung ke Desa Laksana.
Harapannya, aplikasi wisata ini mampu membantu mempromosikan wisata Desa Laksana secara lebih meluas ke khalayak ramai.
Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena informasi yang disampaikan narasumber sangat bermanfaat dan membuka wawasan mereka terkait pengelolaan desa wisata.
Diharapkan dari kegiatan ini, akan muncul paket-paket wisata yang dapat menarik lebih banyak wisatawan dan secara tidak langsung meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Laksana.