Gisel, Udjo, dan Para Atlet Dukung Penuh FIBA World Cup 2023

Gisel, Udjo, dan Para Atlet Dukung Penuh FIBA World Cup 2023. Foto/Ist

JAKARTA – Panitia Pelaksana Lokal (LOC) FIBA World Cup 2023 mengundang sejumlah figur publik yang mendukung hajatan basket unggulan FIBA ini dalam sebuah pertemuan di Meatsmith Steakhouse, Jakarta Selatan, Rabu (23/8/23) malam.

Belasan public figur, mulai dari artis, penyanyi, MC, selebgram, hingga atlet nasional, hadir pada acara ini.

“Ini bagian dari apresiasi kita kepada mereka yang sudah mau membantu LOC untuk ikut menyosialisasikan FIBA World Cup,” kata Manager Konten Digital LOC FIBA World Cup 2023 Dolly Lesmana.

“Kita berterima kasih atas kerja sama mereka. Selain itu sedikit membahas guidelines tentang apa yang boleh dan tidak boleh dalam sosialisasi FIBA World Cup di media sosial mereka,” lanjutnya.

Penyanyi Gisella Anastasia yang hadir dalam acara ini mengaku punya alasan jelas untuk mendukung LOC FIBA World Cup 2023.

“Ini kan event dunia, yang belum tahu kapan lagi kita bisa menjadi tuan rumah,” kata Gisel.

“Apalagi untuk acara ini kita bikin arena baru kan, dengan standar internasional. Tentu saya senang diajak terlibat di dalamnya,” lanjutnya.

Walaupun tak bermain basket, Gisel mendaku dirinya sebagai penikmat basket.

Menurut ibu dari Gempi ini, menonton pertandingan basket lokal saja sudah sangat seru.

“Kebayang keseruannya menonton pemain-pemain dunia bisa beraksi di depan mata kita,” kata Gisel.

Udjo Project Pop menyampaikan alasan yang mirip.

Sebagai penggila basket sejak tahun 1980-an, Udjo mengaku kegiatan-kegiatan basket yang ada di indonesia ini selalu ia dukung dan menjadi perhatiannya.

Sampai ia memiliki podcast yang khusus membahas tentang basket bersama Augie Fantinus.

Menurut penyanyi, aktor, MC, dan penyiar radio ini, kehadiran FIBA World Cup di Indonesia merupakan impian semua penggemar basket seperti dirinya.

Makanya, saat impian itu terwujud, Udjo menyatakan secara otomatis terpanggil mendukung.

“FIBA World Cup ini butuh dukungan orang banyak, termasuk saya di dalamnya,” kata Udjo.

“Apa pun akan saya lakukan untuk membuat lebih banyak orang mengetahui bahwa kita menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia Basket, yang jujur saja masih banyak yang belum tahu,” lanjutnya.

Di mata Udjo, penyelenggaraan FIBA World Cup 2023 memiliki efek lanjutan yang jauh lebih besar.

Sebab, dengan adanya Piala Dunia Bola Basket, Indonesia sekarang memiliki lapangan basket dengan standar NBA dan juga dunia.

“Ini cita-cita anak basket Indonesia dari lama,” jelasnya.

“Dengan hadirnya Indonesia Arena, sekarang kita sudah sah bisa menggelar event-event basket internasional ke depannya, tidak lagi sibuk memikirkan venue seperti sebelumnya,” katanya.

“Jadi, itulah yang membuat saya selalu siap membantu, meskipun tanpa diminta,” ungkapnya lagi.

Sprinter Jeany Nuraini tergerak karena merasa punya keterikatan dengan bola basket.

Ia bercerita, kedua orang tuanya sangat menggemari bola basket.

Bahkan, tante Jeany merupakan salah satu anggota timnas basket putri Indonesia pada SEA Games 2003.

“Dulu aku juga main basket, tapi bakat aku ternyata di lari makanya menjadi sprinter. Ini event olahraga besar,” kata Jeany yang mendapatkan kejutan kue ulang tahun dan ucapan selamat di tengah acara berlangsung karena ulang tahun ke-23.

“Sebagai atlet, aku tergerak mendukung agar masyarakat juga sadar tentang olahraga,” jelasnya.

“Apalagi ini atlet terkenal dari luar, bertanding di ajang sekelas kejuaraan dunia, di negara kita sendiri. Semoga masyarakat bisa seru-seruan nanti di FIBA World Cup,” pungkasnya.

Sementara point guard Pelita Jaya Bakrie Yesaya Saudale mengaku bangga bisa ikut mendukung Piala Dunia Basket yang pertama digelar di Indonesia.

“Sebagai pemain nasional saya bangga senang bisa melihat pemain-pemain dunia, terutama dari NBA, bisa datang ke Indonesia,” kata Yesaya.

“Karena, kita tahu NBA masih liga basket paling bagus di dunia sampai sekarang. Ada banyak lagi pemain-pemain Eropa yang juga kelas dunia,” ujarnya.

“Sebagai atlet basket nasional kita bisa melihat apa sih yang bikin kita di Asia ini berbeda dengan mereka? Jadi, sudah tentu saya mendukung kegiatan ini,” lanjutnya.

FIBA World Cup 2023 akan dimulai pada Jumat, 25 Agustus sampai 10 September di Indonesia, Filipina, dan Jepang.

Di Indonesia, pertandingan penyisihan grup, babak kedua grup, dan klasifikasi (penentuan peringkat) akan berlangsung hingga 3 September di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Selama pelaksanaan FIBA World Cup 2023, manajemen GBK akan memberlakukan No Vehicle di kawasan GBK bagi para penonton.

Ini juga terkait ada kegiatan lain di sekitar GBK pada akhir pekan ini. LOC menyediakan bus listrik sebagai shuttle service penonton.

Bus ini dapat digunakan secara gratis bagi mereka yang telah memiliki tiket. Ada enam titik penjemputan bus listrik dengan rute mulai dan berakhir di Halte Gelora (Gate 11).

Operasional shuttle service akan dimulai pada 25 Agustus hingga 3 September 2023.

Dengan jam operasional 25 Agustus 2023, mulai pukul 14.15 WIB – 00.30 WIB. Lalu, 26 Agustus – 3 September 2023, pukul 14.45 WIB – 00.30 WIB.

Rute bis listrik ini akan dimulai dari titik shuttle point 1 yakni di Gate 11 – halte Gelora (start-end), lalu melalui jalan Asia Afrika di mana ada shuttle point 2 – halte depan Plaza Senayan, kemudian berbelok ke arah jalan terusan Senayan City.

Bus ini akan berhenti di shuttle point 3 – halte depan Senayan City, lalu berbelok menuju jalan Pintu Satu, shuttle point 5 – Masjid Al Bina.

Bus akan berlanjut melaju ke jalan Sudirman, shuttle point 6 – halte Gelora Bung Karno 2.

Kemudian menuju ke jalan Gatot Subroto dan berbelok ke jalan Gerbang Pemuda, di mana ada shuttle point 7 di halte Lapangan Panah, dan kembali ke jalan Asia Afrika menuju shuttle point 1 lagi.

Related posts

Harga Sawit Ambruk Usai DSI Dibentuk, DPR: Negara Tak Boleh Kalah dari Tengkulak

Pencabulan Santri di Ponorogo Coreng Dunia Pesantren, Pelaku Harus Dihukum Maksimal

Ketua Komisi VIII DPR Ingatkan Fase Armuzna Tantangan Terberat Penyelenggaraan Haji