JAKARTA – Sebuah inovasi luar biasa diperkenalkan dalam bentuk kendaraan jembatan M3 Amphibious Pontoon yang diproduksi di Jerman pada tahun 2018 dan didistribusikan ke Indonesia tahun 2019.
Kendaraan ini tidak hanya memiliki kemampuan sebagai kendaraan tempur, tetapi juga sebagai kapal feri, membawa mobilitas militer ke level yang baru.
“Dengan kemampuannya yang serbaguna, kendaraan jembatan M3 Amphibious Pontoon dapat berfungsi sebagai jembatan dan juga sebagai kapal feri,” ungkap Serma Afrianus S dari kesatuan Zipur 9 ditemui di IIMS JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat , Kamis (15/2/24).
“Hal ini memungkinkan untuk menyeberangkan pasukan dan kendaraan tempur, serta memperlancar gerak maju pasukan kita di medan perang,” lanjutnya.
Keunggulan utama dari kendaraan ini adalah kemampuannya untuk membantu pasukan yang terhambat oleh rintangan seperti sungai saat dalam posisi menyerang musuh.
“Kendaraan ini dapat menjadi penyelamat bagi pasukan manuver dalam situasi sulit, seperti ketika terhambat oleh sungai atau rintangan lainnya,” katanya.
“Kami dapat menggunakan kendaraan ini untuk menyeberangi dan membantu mobilitas pasukan,” tambahnya lagi.
Selain digunakan dalam operasi militer, kendaraan jembatan M3 Amphibious Pontoon juga dapat memberikan bantuan dalam situasi kemanusiaan, seperti banjir atau tanah longsor.
“Kendaraan ini memiliki kapasitas untuk menahan beban hingga 80 ton, menggunakan bahan baja khusus yang dirancang untuk beroperasi di air,” jelasnya.
Dengan inovasi ini, Indonesia memiliki alat yang sangat berharga untuk meningkatkan mobilitas militer dan memberikan bantuan dalam situasi darurat.
Kendaraan jembatan M3 tidak hanya menjadi solusi untuk tantangan militer, tetapi juga sebagai sarana untuk menyelamatkan nyawa dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
