PANGKAL PINANG – Personel Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) dapat berperan aktif dalam membantu masyarakat di wilayah perairan.
Hal ini akan menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera bagi semua pihak yang terlibat.
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana mengungkapkan hal itu.
Setiap berada di suatu daerah, pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 23 Januari 1970 itu selalu “ngebut” mengoptimalkan diri melakukan silaturahim serta Sharing Komunikasi dan Motivasi.
Termasuk saat hadir di Kota Pangkal Pinang awal pekan ini yang menjadi rangkaian agenda Sharing Komunikasi dan Motivasi setelah sepekan sebelumnya beristirahat.
Materi sharingnya bertajuk “Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Motivasi Personel Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung dalam Menghadapi Tantangan Tugas di Wilayah Perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung”.
Direktur Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih memimpin langsung acara tersebut.
Puluhan peserta merupakan jajarannya. Mereka terdiri dari pangkat perwira menengah, perwira pertama, bintara dan tamtama.
Hanya sepekan beristirahat dan melakukan “pendinginan mesin”, Dr Aqua Dwipayana kembali “ngebut tancap gas” menjalankan serangkaian aktivitas silaturahim dan menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi di berbagai wilayah di Tanah Air.
Pulau Sumatera akan menjadi fokus aktivitas produktif doktor komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tersebut dalam minggu kelima Februari 2024 ini.
Kepulauan Bangka Belitung menjadi tujuan awal safari silaturahim dan sharing dari Dr Aqua Dwipayana.
Di Pangkal Pinang, Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang itu akan ada beberapa agenda.
Sepanjang pekan lalu, Dr Aqua Dwipayana menjalankan aktivitas yang lain di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
Kali ini Dewan Pakar Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi (ISKI) Pusat itu berfokus di Sumatera (Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, dan Aceh).
Dalam jadwalnya yang padat, Dr Aqua Dwipayana diperkirakan hanya sekitar 5,5 jam di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
Begitu mendarat di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang sekitar pukul 11.00, ia langsung bersilaturahim ke Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Tornagogo Sihombing yang merupakan teman lamanya.
Setelah itu pukul 13.00, penulis buku super best seller Trilogi The Power of Silaturahim itu memulai kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi.
Senin 26 Februari 2024 sore ini pukul 16.25, Dr Aqua Dwipayana sudah harus naik pesawat Super Air Jet ke Palembang dengan transit di Bandara Soekarno – Hatta Tangerang.
Estimasi mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pukul 20.40 untuk kembali menjalanklan silaturahim serta Sharing Komunikasi dan Motivasi di Kota Pempek tersebut.
Silaturahim ke Kapolda Kepulauan Bangka Belitung
Dr Aqua Dwipayana mendadak ke Pangkal Pinang. Informasi tentang kepastian pelaksanaan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung diterimanya Minggu malam (25/2/24) dari Direkturnya Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih.
Itu setelah mendapat persetujuan dari Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Tornagogo Sihombing.
Dalam waktu yang bersamaan, Irjen Pol Tornagogo Sihombing merespon WhatsApp (WA) Dr Aqua Dwipayana yang menyatakan akan ke Pangkal Pinang dan bermaksud silaturahim ke mantan Kapolda Papua Barat itu. Mereka sudah lama tidak ketemu.
“Halo apa kabar Mas Aqua, oke nanti kita jumpa di Polda ya.” Respon Tornagogo Sihombing. Kemudian meminta Dr Aqua Dwipayana koordinasi sama stafnya AKBP Ali untuk waktu pertemuannya.
Menjelang pergantian hari dari Minggu ke Senin atau dini hari, lewat WA semua data dikirimkan ke motivator kawakan itu.
Senin pagi menjelang Subuh, saat membuka WA, Dr Aqua Dwipayana melihat kiriman Himawan. Langsung merespon WA Himawan dan meneruskan semua data ke ke timnya untuk dibuatkan materi presentasinya.
“Selamat pagi Bang Himawan. Alhamdulillah. Mantap sekali semua data yang Abang kirimkan. Insya Alloh pagi ini saya naik Batik Air pukul 09.45 dari Jakarta. Estimasi mendarat di Pangkal Pinang pukul 11.05. Sampai ketemu di Pangkal Pinang. Aamiin ya robbal aalamiin… Salam hormat buat keluarga. Makasih banyak Bang HIMAWAN untuk semua bantuannya,” respon pria rendah hati itu lewat WA.
Urgensi Penegakan Hukum
Menurut Dr Aqua Dwipayana, kinerja personel Polairud dalam membantu masyarakat di wilayah perairan sangat penting untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar perairan.
“Lakukan patroli rutin di perairan untuk memantau aktivitas masyarakat, memastikan keamanan perairan, dan memberikan bantuan jika diperlukan, seperti pertolongan saat terjadi kecelakaan kapal atau keadaan darurat lainnya,” ungkap Dr Aqua Dwipayana.
Lebih jauh disampaikan pria yang memiliki jaringan pertemanan yang luas itu tentang urgensi penegakan hukum terhadap pelanggaran di perairan, seperti penangkapan ilegal, pencurian ikan, atau aktivitas ilegal lainnya yang dapat merugikan masyarakat.
Dr Aqua Dwipayana mengatakan perlu mengedukasi masyarakat tentang keselamatan di perairan, termasuk memberikan informasi tentang penggunaan alat keselamatan seperti pelampung dan penggunaan peralatan navigasi yang benar.
“Lakukan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat terkait dengan tata cara pelayaran yang aman, pencegahan kecelakaan di perairan, dan tindakan pertolongan pertama dalam situasi darurat di perairan,” ucap Dr Aqua Dwipayana.
Kemudian juga diulas tentang pentingnya pemberiaan bantuan medis darurat kepada masyarakat yang membutuhkan di perairan, termasuk evakuasi medis dan pertolongan pertama pada kecelakaan atau kejadian darurat lainnya.
“Adakan kegiatan sosial seperti program pembersihan pantai, kampanye lingkungan, atau kegiatan sosial lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di sekitar perairan,” ucap Dr Aqua Dwipayana.
Peningkatan Kinerja Personel
Dr Aqua Dwipayana menyodorkan beberapa langkah dalam upaya peningkatan kinerja personel, di antaranya melakukan pelatihan rutin untuk personel Ditpolairud dalam berbagai aspek kepolisian perairan dan udara, termasuk penanganan kejadian darurat, penyelamatan, pengawasan, dan penegakan hukum di perairan.
Kemudian, lanjut Dr Aqua Dwipayana, memberikan pendidikan yang relevan tentang aturan hukum maritim dan perundang-undangan terkait perairan kepada personel.
Memastikan personel Ditpolairud memiliki peralatan yang memadai dan mutakhir untuk melaksanakan tugas-tugas mereka, seperti perahu patroli, peralatan penyelamatan, peralatan komunikasi, dan peralatan pemantauan udara.
“Membangun kerja sama yang erat dengan instansi terkait, seperti Badan Keamanan Laut (Bakamla), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), dan pemerintah daerah setempat, untuk meningkatkan koordinasi dalam menjaga keamanan di pesisir juga merupakan langkah strategis,” kata pria yang hobi silaturahim ini menegaskan.
Dr Aqua Dwipayana menjelaskan beberapa langkah strategi komunikasi seperti menyelenggarakan pelatihan komunikasi rutin untuk seluruh personel Ditpolairud.
Fokuskan pada keterampilan komunikasi verbal dan non-verbal, serta penggunaan peralatan komunikasi yang diperlukan.
“Kemudian, pastikan personel dilengkapi dengan peralatan komunikasi yang mutakhir dan handal. Ini termasuk radio komunikasi, sistem pemantauan, dan teknologi komunikasi lainnya yang mendukung operasi di perairan,” kata Dr Aqua Dwipayana menegaskan.
Selanjutnya, ujar pembicara laris yang telah memotivasi jutaan orang baik di Indonesia maupun puluhan negara itu, membangun sistem koordinasi dan pertukaran informasi yang efisien di antara unit Ditpolairud.
Ini dapat mencakup penggunaan platform digital atau sistem informasi terintegrasi untuk memantau dan merespons situasi di wilayah perairan.
“Selenggarakan latihan rutin yang melibatkan skenario komunikasi darurat dan situasi keamanan di perairan. Latihan ini dapat membantu meningkatkan kesiapan personil dalam menghadapi berbagai situasi,” tutur Dr Aqua Dwipayana.
Selain itu, lanjut penulis buku-buku “super best seller ini”, membangun kerja sama yang erat dengan pihak terkait, seperti TNI AL, instansi pemerintah daerah, dan pihak swasta yang terlibat dalam keamanan perairan.
Koordinasi yang baik dapat membantu dalam pertukaran informasi dan penanganan situasi darurat.
“Lakukan kampanye edukasi kepada masyarakat setempat tentang pentingnya keamanan perairan dan peran Ditpolairud. Masyarakat yang teredukasi dapat menjadi mitra dalam menjaga keamanan perairan. Lakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan komunikasi dan keamanan perairan. Pembaruan kebijakan yang sesuai dengan perkembangan terkini dapat meningkatkan efektivitas operasional,” ucap Dr Aqua Dwipayana menguraikan.
Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung
Visi
Dalam rangka mewujudkan pelayanan prima Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung bertekad menegakkan hukum, menciptakan situasi kamtibmas di wilayah hukum perairan Polda Kepulauan Bangka Belitung sebagai wilayah yang aman dan tertib serta terjalinya sinergi dengan seluruh unsur dan komponen pemerintah serta masyarakat perairan.
Misi
Melaksanakan deteksi dini terhadap potensi-potensi yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas di wilayah perairan dengan melakukan kegiatan penyelidikan pengamanan dan penggalangan;
Memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat perairan secara mudah, responsif, dan tidak diskriminasi;
Mewujudkan keamanan, ketertiban dan keselamatan serta kelancaran arus orang dan barang di seluruh wilayah perairan Provinsi kepulauan Bangka Belitung;
Menjamin keberhasilan penanggulangan gangguan keamanan yang terjadi di wilayah hukum Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung;
Menghadirkan sedekat-dekatnya polisi perairan dengan masyarakat peraian dalam rangka kecepatan pemberian bantuan kepada masyarakat perairan dengan etika standar pelayanan yang tinggi.
Pimpinan: Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, S.H, S.I.K, S.T, M.H (Direktur Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung).
Nilai-nilai yang selalu ditekankan pimpinan kepada personel Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung adalah agar personel bersikap disiplin, jujur, dan selalu berbuat kebaikan.
Pada masa reformasi melalui TAP MPR No: TAP/VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan Polri dan TAP/VII/MPR/2000 tentang peran TNI dan Polri. Dengan adanya pemisahan Polri dari ABRI sejak saat itu juga melakukan reorganisasi di dalam tubuh Polri terutama Direktorat Samapta Polri dan Subdit-subditnya.
Sehingga pada tahun 2000, Subdit Polair dan Subdit Poludara kembali dipersatukan menjadi Direktorat Polairud yang dipimpin oleh Brigjen Pol Drs. F. X. Soemardi SH. kemudian, Kapolri mengeluarkan SK No. Skep/9/V/2001 tanggal 25 Mei 2001 yang mengatur bahwa Direktorat Polairud dibawah koordinasi Deops Kapolri yang membawahi Subdit Polair dan Subdit Poludara.
Namun, penggabungan tersebut tidak berlangsung lama setelah Kapolri kembali mengeluarkan SK No: Skep/53/X/2002 tanggal 17 Oktober 2002 yang memisahkan kembali Polair dan Poludara.
Sehingga, terbentuklah Direktorat Polair dan Direktorat Poludara yang masing-masing dipimpin oleh seorang Brigjen Polisi dan berada dibawah Babinkam Polri.
Pada tanggal 14 September 2010, Kapolri mengeluarkan peraturan Kapolri No. 21 tahun 2010 tentang Struktur Organisasi Tata Kerja pada tingkat Mabes Polri.
Seiring dengan perubahan organisasi, Babinkam Polri berubah menjadi Badan Pemeliharaan dan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Baharkam Polri).
Ditpolair berubah menjadi Ditpolair Baharkam Polri dan Ditpoludara berubah menjadi Ditpoludara Baharkam Polri.
Pada tahun 2017, berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 5 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia, kembali Ditpolair dan Ditpoludara mengalami perubahan organisasi, yang semula dibawah langsung Baharkam Polri sekarang menjadi di bawah Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri.
Korpolairud Baharkam Polri merupakan unsur pelaksana utama yang berada dibawah Kabaharkam Polri yang dipimpin oleh Kakorpolairud dan bertanggung jawab kepada Kabaharkam Polri, serta membawahi dua Direktorat yaitu Direktorat Kepolisian Perairan dan Direktorat Kepolisian Udara.