Istirahat Bukan hanya Tentang Tidur

Foto/Ilustrasi/Ist

Istirahat bukan hanya tentang tidur atau beristirahat dari pekerjaan, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan yang secara keseluruhan dapat memberikan keseimbangan bagi tubuh dan pikiran.

KBBI mendefinisikan kata “Istirahat” dengan “berhenti sebentar untuk melepaskan lelah”.

Dalam bukunya yang berjudul Sacred Rest, Dr. Saundra Dalton-Smith membagi istirahat menjadi 7 jenis yang masing-masing memiliki tujuan yang unik dan berbeda.

Memahami ketujuhnya berpeluang membantu kita untuk merasa segar kembali secara utuh.
Berikut adalah 7 jenis istirahat yang perlu diperhatikan:

1. Istirahat Fisik (physical)
Istirahat fisik mencakup semua aktivitas yang mengizinkan tubuh untuk pulih dan berkembang dengan baik. Istirahat fisik dapat dibagi menjadi dua tipe; pasif dan aktif.

Istirahat fisik pasif adalah tidur atau quick nap, sementara istirahat fisik aktif dapat berbentuk kegiatan seperti yoga, stretching, pijat (akupresur) atau akupunktur.

Istirahat ini membantu tubuh untuk lepas dari segala kelelahan fisik sehari-hari, mengurangi ketegangan otot, dan meningkatkan tingkat energi.

2. Istirahat Mental (mental)
Tidak hanya tubuh, pikiran juga butuh istirahat. Apalagi kita hidup di dunia yang penuh dengan hiruk pikuk informasi, Otak rawan bekerja tanpa henti memproses informasi, membuat pilihan dan menyelesaikan masalah.

Sehingga, istirahat mental dapat memberikan ketenangan bagi Otak untuk menjaga kesehatan pikiran, meningkatkan fokus, dan meningkatkan kreativitas.

Ini bisa berupa meditasi, journaling refleksi, membaca buku yang menarik.

3. Istirahat Emosional (emotional)
Istirahat emosional diperlukan untuk memahami dan mengelola emosi kita, menitikberatkan pada cara merasakan dan mengekspresikan emosi secara sehat.

Berbeda dengan istirahat mental, istirahat emosional lebih sebagai contoh adalah jujur terhadap perasaanmu, mencari dukungan saat kamu membutuhkannya, hingga memberi batasan dan menjauh dari situasi yang terasa menguras atau mengeringkan emosi.

Istirahat emosional dapat membantu kamu untuk meningkatkan emotional intelligence, membangun hubungan lebih baik dengan sesama, dan membawa rasa inner peace yang luar biasa.

Hal ini dapat dilakukan melalui journal perenungan dan refleksi, berbicara dengan orang yang dipercaya (konseling), atau melibatkan diri dalam kegiatan yang menyenangkan.

4. Istirahat Sosial (social)
Istirahat sosial tidak berarti mengurung diri dari dunia. Istirahat sosial mengacu pada interaksi dan konektivitas dengan orang lain.

Mengelilingi diri sendiri dengan orang-orang yang positif dan suportif, sambil menjauh dari hubungan yang mengeringkan atau toksik.

Istirahat sosial ini membantu kita untuk memperkuat fondasi hubungan dengan orang terkasih yang sangatlah berpengaruh dalam meningkatkan suasana hati serta pandangan hidupmu.

5. Istirahat Kreatif (creative)
Bosan dengan hidup atau kurang percaya diri dengan apa yang sedang dilakukan? Mungkin yang dibutuhkan adalah istirahat jenis yang satu ini.

Aktivitas kreatif seperti menulis, melukis, atau mendengarkan musik tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memungkinkan kita melepaskan energi kreatif sehingga merasa lebih bugar dan segar.

6. Istirahat Spiritual (rohani)
Jenis istirahat yang bersifat transendental. Dalam istirahat ini, kamu bisa menghubungkan diri sendiri dengan sesuatu yang lebih besar demi menemukan makna dalam hidup.

Istirahat spiritual ini dapat memberikan ketenangan pikiran dan rasa makna dalam hidup.

Biasanya, istirahat spiritual melibatkan pertanyaan eksistensial yang mendalam tentang tujuan hidup atau pandangan hidup.

Mencoba meditasi, berdoa, membaca buku dengan topik yang menarik, terlibat dalam komunitas, atau membantu orang lain adalah jenis istirahat yang satu ini.

7. Istirahat Sensorik (sensory)
Mengaktifkan seluruh indra dan menjadikan perhatian sebagai aset berharga (harta karun kehidupan), merupakan diantara banyaknya cara yang efektif untuk terkoneksi sebelum koreksi. Namun kalau dirasa berlebihan, maka istirahat jenis inilah yang dibutuhkan.

Mulai dari mematikan handphone, mematikan lampu, berada dalam ketenangan atau merendam diri dalam musik yang menenangkan (jenis lofy song, Ghibli music) ataupun menikmati alam.

Sejumlah manfaat dari istirahat sensorik membantu mengurangi ketegangan panca indra, pikiran yang lebih tajam, tenang dan fokus.

Setelah memahami bentuk dan perbedaan dari ketujuh tipe istirahat, yuk, kita tanyakan pada diri “Dibagian mana aku merasakan kelelahan ?”.

Lalu pelan-pelan diselaraskan dengan jenis istirahat di atas. Dengan memperhatikan kebutuhan akan berbagai jenis istirahat ini, kita dapat menjaga keseimbangan mental, emosional, dan fisik kita dengan lebih baik.

(Tio Novi)

Related posts

1 Juni atau 18 Agustus, Memahami Sejarah Lahirnya Pancasila Secara Utuh, Akademik dan Konstitusional

Bukan Malah Cari Panggung, Jokowi Wajib Digantung

Merayakan Kematian Pancasila