KENDARI – Kondisi industri 4.0 saat ini menunjukkan perubahan drastis pada berbagai aspek yang disebut sebagai disrupsi.
Dibutuhkan hadirnya kepemimpinan adaptif dan modern yang selaras dengan tuntutan perubahan.
Kepemimpinan adaptif juga ditopang oleh keterampilan komunikasi efektif.
“Tengok saja, gejala gejala transformasi industri 4.0 yang dapat muncul saat ini, bisa dilihat seperti sektor ritel sudah diganti dengan e-commerce, transportasi sekarang muncul adanya transportasi online, pekerja pabrik sudah diganti dengan teknologi robot, surat sudah digantidengan message service seperti whatsapp, surat elektronik atau email, rumah produksi sekarang diganti dengan muculnya pembuat konten elektronik di youtube,” ungkap Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana.
Dalam kehadirannya di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sultra serta Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana masih menyempatkan diri melakukan hal serupa kepada unsur pimpinan dan pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sultra, Kamis 30 Mei 2024 sore.
Secara mendadak Kepala OJK Sultra Arjaya Dwi Raya meminta Dr Aqua Dwipayana untuk memotivasi para pegawai di bawah tanggung jawabnya.
Bagi pembicara laris itu, hal tersebut merupakan rejeki sekaligus amanah sehingga meski dalam waktu yang mepet ia tetap berkomitmen memberikan yang terbaik dan memenuhi undangan sahabatnya tersebut.
Sharing dilaksanakan di Kantor OJK Sultra, Jalan. Drs. H. Abdullah Silondae No. 95A, Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sultra.
“Bagi saya ini rejeki dan amanah yang harus saya laksanakan dengan penuh komitmen. Pak Arjaya Dwi Raya adalah salah seorang sahabat saya dan mengundang saya untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada para pegawainya. Semoga apa yang saya sampaikan dapat menjadi bagian peningkatan produktivitas dan spirit kerja para pegawai OJK Sultra,” ungkap Dr Aqua Dwipayana.
Saat pemaparannya Dr Aqua Dwipayana menyinggung tentang kebaradaan era digital yang ditandai dengan disrupsi di berbagai bidang.
Hal ini mempersyaratkan hadirnya kepemimpinan modern yang adaptif dengan perubahan yang terjadi. Termasuk di lingkungan para pelaku usaha jasa keuangan.
Menurut pria dengan jejaring pertemanan sangat luas itu, pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik tidak hanya dapat mengatasi tantangan yang dihadapi organisasi mereka, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang yang muncul di tengah dinamika pasar yang cepat berubah.
Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat itu menguraikan bahwa komunikasi yang efektif adalah fondasi dari kepemimpinan adaptif.
Dalam situasi di mana perubahan terjadi dengan cepat, pemimpin harus bisa menyampaikan visi mereka dengan jelas, memberikan arahan yang tepat, dan memastikan bahwa seluruh tim memahami tujuan bersama.
Tanpa komunikasi yang baik, risiko misinterpretasi dan kebingungan meningkat, yang dapat menghambat produktivitas dan mengurangi efisiensi organisasi.
“Selain menyampaikan informasi, pemimpin yang efektif juga harus mampu menyimak tim mereka dengan empati. Ini berarti memahami kekhawatiran dan saran dari anggota tim, serta menanggapi dengan cara yang konstruktif. Mendengarkan dengan empati membantu pemimpin mendapatkan wawasan yang berharga dari berbagai perspektif, yang pada gilirannya dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik,” ucap Dr Aqua Dwipayana.
Motivator kawakan itu menggarisbawahi bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam cara melakukan komunikasi.
Alat komunikasi digital seperti e-mail, aplikasi pesan instan, dan platform konferensi video telah menjadi bagian integral dari kehidupan kerja.
Pemimpin yang adaptif harus mampu memanfaatkan teknologi ini untuk menjaga komunikasi tetap lancar, bahkan ketika tim bekerja dari lokasi yang berbeda.
“Transparansi dalam komunikasi juga sangat penting. Pemimpin harus memberikan informasi yang jelas dan jujur mengenai situasi perusahaan, termasuk tantangan yang dihadapi dan strategi yang akan diambil. Kejelasan informasi membantu membangun kepercayaan di antara anggota tim dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif,” ucap Dr Aqua Dwipayana.
Perubahan Drastis
Menurut Dr Aqua Dwipayana yang juga Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat, kondisi industri 4.0 saat ini menunjukkan perubahan drastis pada berbagai aspek yang disebut sebagai disrupsi.
“Tengok saja, gejala-gejala transformasi industri 4.0 yang dapat muncul saat ini dapat dilihat seperti sektor ritel sudah diganti dengan e-commerce, transportasi sekarang muncul adanya transportasi online, pekerja pabrik sudah diganti dengan teknologi robot, surat sudah diganti dengan message service seperti WhatsApp, surat elektronik atau e-mail, rumah produksi sekarang diganti dengan munculnya pembuat konten elektronik di youtube,” ungkap Dr Aqua Dwipayana yang menempuh studi S1 hingga S3 di bidang komunikasi ini.
“Diperlukan sebuah strategi kepemimpinan modern di era digital. Penting juga memahami karakteristik generasi yang ada di industri saat ini (gen X, gen Y dan gen z), dan yang paling utama adalah adalah pemahaman dan keterampilan mengenai tata cara berkomunikasi efektif kepada masing-masing generasi,” kata doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tersebut.
Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat tersebut menegaskan, Industri 4.0 tidak lagi sama dengan era industri sebelumnya.
Peran teknologi informasi tidak lagi sekadar sebagai alat tambahan namun sudah menjadi alat yang wajib ada untuk menjamin kelancaran operasional.
Hal ini mendorong perubahan kepemimpinan di era digital.
Agar menjaga daya saing, para pemimpin perusahaan harus secepat mungkin melakukan inovasi terutama berkaitan dengan inovasi yang berkaitan dengan teknologi informasi.
“Kepemimpinan merupakan suatu proses ataupun gaya seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar orang lain tersebut mau mengikuti apa yang diinginkan oleh seorang pemimpin. Penyampaian pesan dari seorang pemimpin dalam kepemimpinannya memerlukan gaya komunikasi yang tepat agar pesan yang disampaikan kepada bawahannya dapat diterima dengan baik oleh para karyawan,” ucap penulis buku super best seller Trilogi The Power of Silaturahim tersebut.
Pemimpin yang efektif pada umumnya memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi yang efektif, sehingga sedikit banyak akan mampu merangsang partisipasi orang-orang yang dipimpinnya.
Menjaga Silaturahim
Pada bagian lain paparannya, Dr Aqua Dwipayana menekankan pentingnya untuk selalu menjaga silaturahim dengan semua orang.
Kegiatan yang menyenangkan tersebut jika dilakukan secara konsisten akan memudahkan melaksanakan berbagai aktivitas.
Pria yang telah memotivasi lebih dari 2 juta orang baik di Indonesia maupun di puluhan negara ini tidak hanya berucap. Selama puluhan tahun konsisten mempraktikkan silaturahim dengan ikhlas ke semua orang.
“Biasakanlah untuk selalu menjaga, memelihara, mengembangkan, dan meningkatkan silaturahim. Melakukan itu sama sekali tidak ada ruginya. Sedangkan untungnya banyak sekali,” ucap motivator kawakan ini.
Begitu menyenangkan melakukan silaturahim dengan ikhlas, sehingga Dr Aqua Dwipayana menjadi ketagihan. Prinsipnya tiada hari tanpa silaturahim.
Saat melaksanakan aktivitas menyenangkan itu yang selalu muncul dalam pikiran Dr Aqua Dwipayana adalah apa saja bantuan yang dapat diberikannya kepada orang yang diajak berkomunikasi. Bukan sebaliknya.
Konsisten melakukan itu membuat setiap orang yang berkomunikasi dengannya merasa nyaman, betah, dan senang.
Apalagi Dr Aqua Dwipayana secara universal selalu menghargai dan menghormati mereka.
Lebih dari Satu Jam
Semula Arjaya memberikan waktu kepada Dr Aqua Dwipayana untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi sekitar 15 menit. Hanya “pemanasan” saja untuk menyemangati mereka.
Kepiawaian mantan wartawan di banyak media besar itu dalam berkomunikasi membuat durasi Sharing Komunikasi dan Motivasi tanpa terasa lebih dari satu jam.
Suasananya hangat dan akrab, diselingi humor-humor segar yang menjadikan mereka akrab.
Para peserta antusias menyimak. Ada juga yang mencatat. Saat Dr Aqua Dwipayana memulai sesi tanya-jawab, banyak yang bertanya. Terutama terkait dengan aktivitas mereka sehari-hari.
Seperti biasa saat melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi, Dr Aqua Dwipayana mengapresiasi penanya dengan memberi selembar uang kertas berwarna merah.
“Kalau uangnya kurang tolong minta kepada Pak Arjaya. Itupun jika berani menyampaikannya ke beliau,” ucap Dr Aqua Dwipayana bercanda.
Penekanan-penekanan yang disampaikan Dr Aqua Dwipayana saat Sharing Komunikasi dan Motivasi itu antara lain komunikasi kehumasan yang efektif, cara membangun tim yang baik, dan mensukseskan program kerja dengan jalinan silaturahim yang intens.
Selain itu, membangun hubungan yang sukses melalui media sosial, komunikasi dengan pemangku kepentingan, serta membina relasi yang baik untuk melaksanakan semua program kerja.