BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi gelar peralatan penanggulangan bencana 2024 yang diadakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Pantai Boom (14/7/4).
Dengan menuju ketangguhan bangsa menghadapi bencana, semua peralatan dipamerkan untuk mengukur kemampuan peralatan dan personil serta kapasitas BNPB dalam penanggulangan benca.
Peralatan yang sudah ada, antara lain perahu amphibi, mobil amphibi, perahu evakuasi, mesin perahu karet, mobil pickup maxi, mobil rescue, motor trail, mobil reaksi cepat, dan kendaraan klinik.
Selanjutnya, mobil ambulans, kapal LCT, mobil komunikasi, tenda posko, pompa apung, flexible tank, chainsaw, senter resceu, HT, genset, pesawat UAV l, rambu dan papan informasi bencana serta dapur umum lapangan.
Kegiatan dibuka PJ Gubernur Jatim dan dihadiri Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. dan Ketua BPDB Jatim serta Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos. M. Han.
Dalam sambutan, Pj Gubernur Adhy Karyono menyampaikan, gelar peralatan penanggulangan bencana ini sebagai bentuk komitmen Pemprov Jatim menangani bencana secara paripurna.
Selain itu dalam upaya kesiapan kawaspadan dan penanganan terhadap potensi risiko bencana yang terjadi utamanya peningkatan kapasitas, serta keahlian para petugas BPBD kabupaten-kota dan provinsi dapat terpenuhi dengan baik.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, kegiatan gelar peralatan penanggulangan bencana sangat penting di Jatim.
“Kami berharap dukungan-dukungan tidak hanya dilakukan di Jatim saja, tetapi kabupaten-kota lainnya,” katanya.
Pihaknya juga merencanakan membuat kegiatan gelar peralatan penanggulangan bencana di tingkat nasional.
“Penanggulangan bencana adalah urusan bersama, penanggulangan bencana adalah pentahelix yang mestinya didukung oleh semua pihak,” pungkasnya.