Tokoh Nasional Bedah Buku Inspirasi Kartini dan Kesetaraan Gender di Indonesia

Foto/Ist

JAKARTA – Perpustakaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, menggelar bedah buku seri ketiga “Inspirasi Kartini dan Kesetaraan Gender di Indonesia” bertempat di Aula Gedung Tabarani kompleks UNJ Rawamangun, Jakarta Timur, pada Senin, (21/4/25).

Acara di moderatori Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Dora Amalia.

Bedah buku menghadirkan Penulis buku RA Kartini Prof. Wardiman Djojonegoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) 1993-1998.

Wardiman mengatakan tulisan tangan asli surat-surat RA Kartini kepada Ny. Abendanon tersimpan rapi dalam bentuk buku di Museum Tropen Amsterdam, Belanda.

Buku tersebut menjadi salah satu koleksi dari ribuan koleksi artefak dari berbagai negara yang pernah menjadi jajahan Belanda.

Tropenmuseum adalah salah satu museum terbesar di Amsterdam, dengan kapasitas delapan eksibisi permanen dan beberapa seri eksibisi temporer, termasuk karya fotografi modern dan tradisional.

“Kartini diperkirakan telah menulis sekitar 400 surat selama hidup. Surat-surat ini ditulis dalam rentang waktu 9 tahun, mulai dari 1895 hingga 1904. Sayangnya, surat-surat Kartini sebelum 1899 belum ada yang ditemukan. Surat-surat tersebut kemungkinan dikirim ke kolega-kolega Kartini di Batavia,” ungkap Wardiman.

Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta menyebutkan, latar belakang keluarga yang terpandang, mengantarkan Kartini untuk masuk bangku pendidikan.

Sebuah eksklusifitas yang pada masanya jarang bisa dinikmati anak-anak seusianya.

“Kartini yang sejak belia merasa terkekang dengan adat dan aturan sosial khas jawa, melihat celah melalui jalur pendidikan untuk memperjuangkan hak perempuan,” katanya.

“Berkat perjuangannya, kini perempuan Indonesia tak lagi kesulitan dalam mengenyam pendidikan, menikmati jenjang karir yang cemerlang, bahkan menjadi pemimpin di berbagai sektor sekali pun,” lanjut putri proklamator Bung Hatta itu menuturkan.

Jurnalis yang juga aktivis perempuan Linda Christanty dalam paparannya mengatakan, perempuan hari ini bukan lagi sosok yang hanya berdiri di belakang layar.

Perempuan hari ini harus menjadi sosok Kartini masa kini yang mandiri, cerdas, dan berdaya, untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan.

“Kita patut bersyukur semakin banyak perempuan yang menunjukkan kemampuannya. Semua itu adalah bentuk nyata dari Kartini masa kini,” terangnya.

Acara bedah buku dimulai dengan laporan panitia pelaksana Ganjar Harimansyah dilanjutkan dengan sambutan virtual Menteri Keuangan RI Sri Mulyani.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin membuka secara resmi acara bedah buku yang diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah secara luring dan daring.

Related posts

WNA Bermasalah Terungkap, DPR Minta Sistem Pengawasan Terpadu Segera Dibangun

PKB Desak Komdigi Perketat Pengawasan Film Digital Bermuatan Sensualitas

Komisi VI: Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Harus Transparan