SINGAPURA — Peluncuran program internasional 100 Celebrities Talk for Paralympic (100 CTFP) berlangsung meriah di Singapura, Jumat (11/7/25), disambut hangat dari para tokoh penting Asia.
Acara dibuka oleh Dr. Teo-Koh Sock Miang (Presiden Singapore National Paralympic Council), Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo, dan Dr. Wandee Tosuwan (Sekjen ASEAN Para Sports Federation) dan Natalia Tjahja, pendiri MMLWF.
“Saya sangat senang diundang oleh Natalia ke acara ini. KBRI Singapura mendukung penuh program amal luar biasa ini,” ujar Duta Besar Suryopratomo dalam sambutannya.
Presiden SNPC, Dr. Teo-Koh Sock Miang menambahkan, dia mengucapkan terima kasih kepada Natalia Tjahja atas cinta dan kepeduliannya yang begitu besar terhadap paralimpik di beberapa negara, khususnya untuk paralimpik Singapura.
Konsep utama program ini adalah “Tiga Kalimat Cinta” dari para selebriti dunia yang diberikan kepada atlet difabel sebagai bentuk dukungan dan inspirasi. Gerakan ini kini telah menjadi charity dunia.
Salah satu momen paling menegangkan dan membahagiakan terjadi saat parade mobil Ferrari bersama 13 atlet difabel Singapura.
Mereka diajak berkeliling dengan kecepatan tinggi menggunakan mobil Ferrari.
“Saya ikut dalam parade dan duduk di Ferrari F8 Tributo bersama Sameer Rawat, pemilik dan pengemudi mobil,” ungkap Natalia.
“Saya senang sekali bisa terlibat. Sejak awal diajak, saya merasa acara ini harus saya hadiri. Saya bersedia menjadi pengemudi agar para atlet bisa merasakan pengalaman ini,” tambah Sameer Rawat.
Peluncuran 100 CTFP menjadi momen tak terduga saat Natalia secara spontan mengangkat 52 kartu pesan selebriti setelah memberi sambutan.
Ia mengajak seluruh atlet difabel ikut memegang kartu tersebut. Aksi ini spontan diikuti oleh Dr. Teo, Dr. Wandee, dan Duta Besar Suryopratomo.
Acara dilanjutkan dengan pemutaran video khusus 100 CTFP yang disunting oleh Ahsan Andrian, editor terbaik Festival Film Indonesia 2015.
Setiap gelaran 100 CTFP menetapkan 15 tokoh sebagai Top Celebrities, dipilih karena kontribusi nyata dan hubungan dekat mereka dengan dunia paralimpik dan spontanitas menyampaikan 3 pesan cinta untuk atlit difabel.
Di acara ini juga dalam rangka Maria Monique Remembered 2025, mereka adalah:
Deepa Malik (diva)
Dr. Wandee Tosuwan (Sekjen APSF)
Naiyanobh Bhirombhakdi (President Paralimpik Komite Thailand)
Dr. Teo-Koh Sock Miang( Presiden Paralimpik Council Singapura)
Putri Bhutan Euphelma Choden Wangchuck, Nandhamalee Bhirombhakdi (Managing direktur Cavallino Motors Ferrari Thailand), Siti Marifah (komisaris utama Askrindo Syariah), Jenny O (women ofthe year 2024), dan Rina Damayanti (direktur festifal Jakarta Film Week).
Didi Budiardjo (desainer Indonesia), David Shin ( CEO Kelebrity Worldwide- Konser Kostcon),
Boy Band CMDM( Korea), Maki Starfield (Award wining poet) Samuel Rizal (aktor Indonesia), Alex Sanz (veteran jurnalis USA).
Natalia juga membacakan secara khusus pesan dari Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC):
“Ada kekuatan dalam perbedaan. Keberagaman adalah kenyataan; inklusi adalah sebuah pilihan. Paralimpiade adalah ajang olahraga yang paling membawa perubahan di dunia.”
“Podcast saya bersama aktor Indonesia Samuel Rizal dan Sekjen APS , Dr. Wandee Tosuwan yang dibuat oleh Tribunnews akan saya jadikan poscast yang bisa ditonton selebriti di seluruh dunia agar bisa merasakan soul dari 100 CTFP,” ujar Natalia Tjahja, pendiri MMLWF
Natalia menutup acara dengan pernyataan, acara ini terselenggara dengan sangat baik dan penuh keajaiban karena kuasa Tuhan yang luar biasa.