JAKARTA – Pengusaha sekaligus tokoh publik Putra Siregar mengungkapkan refleksi mendalam terkait prioritas hidup dan keluarga usai mengikuti laga sepak bola bersama Selebriti FC di Lapangan B, Senayan, Jakarta, Senin (21/7/25).
Dalam pernyataannya kepada media, Putra menanggapi pernyataan sang istri yang sempat menyebut dirinya memperlakukan keluarga layaknya karyawan.
“Namanya juga tanggung jawab saya bukan cuma milik keluarga. Perusahaan saya dari Sabang sampai Merauke. Tapi apapun itu, saya jadikan ini sebagai peluang emas untuk lebih baik dalam memanage waktu untuk keluarga, anak, pendidikan anak,” ujar Putra.
Pria kelahiran 1993 ini mengaku selama lima tahun terakhir memang sengaja total dalam membangun bisnis, dan mulai menyiapkan langkah berikutnya dalam hidup.
“Niatnya memang lima tahun ini gerilya penuh. Usia 35 nanti mungkin saya fokus ke politik atau jadi family man. Tapi enggak perlu tunggu umur segitu untuk mulai. Jadi ini saya anggap momentum buat perbaikan,” jelasnya.
Putra tak menampik bahwa sebagai pemimpin, ia kerap harus mengorbankan kepentingan pribadi demi keberlangsungan perusahaan dan karyawannya.
Namun ia menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi prioritas.
“Saya ini pemimpin, pasti banyak yang dikorbanin. Tapi saya juga kepengin ajak istri dan anak liburan. Kalau dilihat dari Instagram, saya sudah keliling luar negeri, bahkan umrah dan haji. Tapi mungkin belum maksimal untuk keluarga,” ungkapnya.
Putra berharap ke depan perusahaan bisa berjalan lebih autopilot sehingga ia bisa lebih banyak mencurahkan waktu untuk keluarga.
Ia menyebut usia bukan lagi batasan untuk berubah dan memperbaiki hal-hal yang sempat terabaikan.
“Ini bukan masalah usia, tapi soal kesadaran. Saya anggap ini peluang emas untuk jadi lebih baik lagi, terutama buat keluarga,” tutur Putra dengan senyum.