JAKARTA – Sebagai ormas islam terkaya dan terbesar di dunia, Muhammadiyah yang didirikan KH Ahmad Dahlan tahun 1912 di Yogyakarta, saat ini memiliki jutaan anggota dan ribuan lembaga pendidikan, pesantren, panti asuhan dan rumah sakit di seluruh Indonesia bahkan di mancanegara.
Sejak Muktamar Muhammadiyah ke 48 tahun 2022 di Kota Solo, Jawa Tengah, Muhammadiyah memperkenalkan “Islam Berkemajuan” kepada para kader, anggota dan simpatisan.
“Padahal sebenarnya Islam Berkemajuan itu sudah ada sejak Muhammadiyah didirikan tahun 1912 lalu,” ujar Ustadz Anhar Rizki Lc seusai berceramah pada Hari BerMuhammadiyah yang diadakan PRM dan PRA Kedaung Kaliangke 1 dan 2 Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat di Masjid Raya Muhammadiyah Uswatun Hasanah (MRMUH) Jakarta Barat, Minggu (27/7/25).
Turut hadir Ketua DKM MRMUH, Ustadz Mahfud SAg.
Menurut Ustadz Anhar Rizki, Islam Berkemajuan itu memiliki 5 ciri:
Pertama, dibangun diatas nilai nilai Tauhid.
Kedua, bersumber kepada Al Qur’an dan As Sunnah.
Ketiga, menghidupkan kembali Tajdid dan Tarjih.
Keempat, Washatiyyah atau Keseimbangan.
Kelima, Islam sebagai Rahmatan lil Alamin.
Sementara itu dalam acara yang diadakan setiap bulan itu dan sebagai wujud kepedulian warga Muhammadiyah terhadap anak anak yatim, juga diadakan santunan sebanyak 36 paket sembako dan amplop masing masing Rp100 ribu hasil kerjasama dengan Yayasan Amanah Langit, Jakarta Barat.
“Untuk bulan depan, acara Hari BerMuhammadiyah tingkat PRM akan kembali diadakan di Masjid Darul Arqom, Jakarta Barat,” ujar Ketua DKM Darul Arqom ustadz Makmun.
Redaktur: Abdul Halim