DPR Soroti Persaingan Harga Mobil Semakin Brutal, Dorong Kemandirian

Foto/Ilustrasi/Ikram

JAKARTA – Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini menyoroti ketatnya persaingan industri mobil di Indonesia yang masih didominasi produk luar negeri.

Ia menyayangkan lemahnya kehadiran mobil buatan dalam negeri di pasar nasional.

“Persaingan sektor mobil di Indonesia sangat kompetitif. Tapi produk lokal belum tampil sebagai pemain utama. Kita masih terlalu bergantung pada mobil impor atau merek asing yang dirakit di Indonesia,” kata Anggia di Jakarta, Selasa (5/8/25).

Anggia mendorong pemerintah agar segera mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produksi dan daya saing mobil buatan lokal.

Dukungan itu bisa berupa insentif fiskal, riset dan pengembangan, penyederhanaan perizinan, hingga kemudahan distribusi pasar.

“Indonesia tidak kekurangan sumber daya manusia dan kemampuan teknis. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberpihakan nyata dari pemerintah terhadap industri mobil nasional,” tegas politisi PKB itu.

Anggia menambahkan, pemerintah perlu memberikan dukungan lebih besar kepada produsen otomotif lokal, baik dalam bentuk insentif fiskal, kemudahan perizinan, riset dan pengembangan, hingga akses pasar yang lebih luas.

“Sudah waktunya kita dorong inovasi dan kemandirian teknologi otomotif dalam negeri. Jangan sampai kita hanya jadi pasar, tapi tidak punya daya saing produksi,” tegasnya.

Anggia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga riset, kampus, dan UMKM untuk memperkuat rantai pasok dan ekosistem industri mobil lokal.

“Kalau semua potensi ini disinergikan, saya optimis mobil buatan Indonesia bisa bersaing, tidak hanya di pasar domestik, tapi juga menembus pasar ekspor,” pungkasnya.

Related posts

Gus Muhaimin: Santri Harus Menjadi Solusi Bangsa

PBSI Sambut Baik Rencana Penganggaran Multiyears, Perkuat Pembinaan dan Prestasi Bulutangkis Indonesia

Tahan Kuota Produksi Nikel Sesuai RKAB 2026, Indonesia Penentu Harga Internasional