JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena untuk membahas penguatan identitas Kota Ambon sebagai kota musik.
Apalagi Ambon sudah menjadi Kota Musik Dunia sejak 31 Oktober 2019 yang ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) serta city branding Ambon sebagai kota kreatif pun mendapat predikat tertinggi excellent versi UNESCO pada 27 Juni 2025.
“Bappenas telah menetapkan 12 provinsi prioritas termasuk Maluku yang di dalamnya ada Ambon berdasarkan segala bentuk potensi kreativitasnya untuk mengejar ketertinggalan ekonomi,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat audiensi di kantor Kementerian Ekraf pada Rabu, (17/9/25).
Menurut Riefky, kehadiran nomenklatur dinas ekonomi kreatif di tingkat daerah juga bisa dibentuk tak hanya mandiri, tetapi bisa digabung dengan dinas lain.
Nomenklatur ekraf bisa menggabungkan judul dinas pariwisata, kebudayaan, kepemudaan, dan beberapa dinas lain yang lebih sinkron.
“Kementerian Ekraf hadir untuk mengurusi seperti apa pegiat ekraf bisa mengkapitalisasi dari skill atau keahlian yang dipunya talenta daerah. Kami senantiasa membantu kepala-kepala daerah menciptakan lapangan kerja atau wirausaha dari sektor kreatif,” ucap Riefky.
Sementara itu, Wali Kota Ambon menyebutkan, subsektor kuliner dan kriya juga menjadi daya tarik unik yang mampu memperkuat identitas budaya lokal dalam pasar kreatif global.
Dukungan dari Kementerian Ekraf juga diharapkan bisa menunjukkan kekuatan dari identitas musik sebagai bagian subsektor unggulan.
Potensi dari musik sudah dikembangkan melalui festival, studio rekaman, sekolah musik, hingga konten digital yang mempromosikan kekayaan musik tradisi dan modern.
“Kami bersyukur bahwa Ambon ditetapkan Unesco sebagai kota kreatif berbasis musik. Dalam perkembangannya, Pemerintah Kota Ambon bersama dengan komunitas dan seluruh pemangku kepentingan berupaya untuk memenuhi standar-standar yang diberikan UNESCO agar terus mempertahankan status sebagai kota musik” ungkap Bodewin M. Wattimena.
Selain itu, Pemerintah Kota Ambon juga akan fokus mencari dukungan untuk infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia dalam ekosistem kreatifnya.
Salah satu inisiatif yang dilakukan yaitu mengintegrasikan pendidikan musik ke dalam kurikulum sekolah.
“Kami tidak hanya melakukan upaya pengembangan infrastruktur atau sekadar kegiatan inkubasi untuk menghidupkan musik. Kami memasukkan musik sebagai kurikulum pendidikan sekolah dasar dan menengah pertama yang berjalan sudah hampir 4 tahun,” tambah Wali Kota Ambon.