BANGKOK – Petinju Indonesia Vicky Tahumil Junior berhasil meraih medali emas dari cabang olahraga tinju pada SEA Games 2025 Thailand. Berlaga di kelas 51kg putra petinju binaan pelatnas PB Perbati ini tampil gemilang dengan memanfaatkan kelebihan tinggi badannya.
Pada laga final di Chulalongkorn University, Bangkok, Jumat, Vicky menundukkan petinju tuan rumah Thitisan Panmot melalui kemenangan angka 3-2.
Vicky yang memiliki postur lebih tinggi mampu mengontrol pertandingan. “Saya melepaskan pukulan untuk mendapatkan poin ketika memang ada peluang. Itu yang selalu saya lakukan untuk bisa meraih kemenangan,” kata Vicky usai pertandingan.
“Senang bisa meraih medali emas pada penampilan perdana di ajang multi event internasional SEA Games Thailand 2025. Medali emas ini saya persembahkan buat keluarga, PERBATI dan juga Kontingen Indonesia,” tambahnya.
Dalam perjalanannya menuju partai puncak, anak asuh petinju Olimpiade Athena 2004, Bonix Saweho tampil konsisten. Ia lebih dulu menyingkirkan wakil Malaysia Muhammad Abdul Qaiyum Ariffin dengan skor 3-2 pada perempat final, lalu melaju ke final setelah mengalahkan petinju Vietnam Minh Cuong Nguyen dengan kemenangan mutlak 5-0 di semifinal.
Setelah meraih emas, Vicky menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kemampuan demi menatap ajang yang lebih tinggi, seperti Asian Games hingga Olimpiade.
“Tentu saya sudah berlatih keras, dan setelah ini harus ditambah lagi agar bisa menjadi lebih baik,” katanya.
Sayangnya kesuksesan Vicky gagal diikuti empat petinju lainnya. Nabila Maharani kalah angka dari petinju tuan rumah Thailand Natnicha Chongprongklang di final kelas 54kg putri. Disusul Huswatun Hasanah gagal membalas kekalahan saat melawan petinju Thailand Somnijek Thanianya di final kelas 63kg putri.
Kegagalan juga dialami Asri Udin yang turun di final kelas 60kg putri. Dia harus mengakui keunggulan petinju tuan rumah Sakda Ruamtham. Terakhir, Maikhel Muskita yang kalah angka dari petinju Filipina yang merupakan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Eumir Felix Marcial.
Ketua Umum Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Ray Zulham Farras Nugraha mengaku puas dengan penampilan seluruh petinju Indonesia yang tampil pada pesta olahraga dua tahunan negara Asia Tenggara tersebut. “Saya puas dengan penampilan seluruh petinju yang mampu bertarung dalam tiga ronde dengan kondisi fisik yang prima. Ini merupakan hasil dari program pelatnas selama 6 bulan,” tegasnya.
Usai SEA Games ke-33 Thailand 2025, kata Ray, PERBATI akan terus melanjutkan program pembinaan tinju amatir dalam upaya menghadapi Asian Games Nagoya 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028. “Kita akan terus menjalankan program pembinaan. Mereka akan kita terjunkan ke berbagai event internasional. Dan, kita juga akan melakukan persiapan untuk menggelar Kejuaraan Tinju Asia U 19 dan U 23 di Jakarta,” tutupnya.