Wujudkan Kesejahteraan, Tel-U Latih Literasi Keuangan Masyarakat Desa Sugihmukti

Foto/Ist

BANDUNG Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, merupakan salah satu desa yang memiliki kekayaan alam dan budaya luar biasa.

Dikelilingi hamparan perkebunan teh, kopi, dan strowberi, serta hutan leuweung (hutan) yang masih terjaga, desa ini menjadi rumah bagi berbagai potensi wisata berbasis alam dan tradisi lokal.

Masyarakat Sugihmukti dikenal aktif menjaga nilai-nilai kearifan lokal, seperti seni pencak silat, sisingaan, seni bedug, serta kegiatan pertanian dan peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.

Namun, di balik potensi tersebut masyarakat Sugihmukti masih menghadapi tantangan soal pengelolaan keuangan, baik di tingkat rumah tangga maupun pengembangan usaha wisata dan UMKM.  

Belum adanya perencanaan anggaran sistematis dan literasi keuangan yang mumpuni menjadi hambatan mencapai kesejahteraan ekonomi berkelanjutan.

Menjawab tantangan tersebut, Telkom University melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) menghadirkan pelatihan bertajuk ‘Literasi Keuangan dan Perencanaan Keuangan untuk Masyarakat Desa’ di Desa Sugihmukti, belum lama ini.

Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan  sehat, penyusunan anggaran rumah tangga, serta strategi perencanaankeuangan jangka panjang.

Tim PKM Tel-U diketuai Dr. Fajra Octrina, SE., MM., dengan anggota dosen Dr. Irni Yunita, ST., MM dan Dr. Ir. Nora Amelda Rizal, MSAE., MM.

Ketiga dosen ini merupakan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University yang memiliki kepakaran di bidang manajemen keuangan, perencanaan bisnis, dan pemberdayaan masyarakat.

Mereka juga didampingi dua tenaga pendidik Puji Adhiayati dan Wulandari Ayuning Tyas, serta empat mahasiswa S1 Program Studi Manajemen FEB Tel-U yang berperan fasilitasi kegiatan dan dokumentasil apangan antara lain Verland Ahtaverya Putra, Lutfi Al Farizi Meywandi, Muhammad Hamzah Faiza Maulana Saputra, dan Aulafi Fadani Rosyid.

Dalam sesi pelatihan, Dr. Irni Yunita menyampaikan materi mengenai pentingnya pencatatan keuangan rumah tangga, cara menyusun anggaran berdasarkan kebutuhan dan prioritas, serta pengenalan instrumen keuangan sederhana yang dapat digunakan masyarakat desa.

Literasi keuangan bukan hanya soal menghitung uang, tetapi tentang bagaimana kita membuat keputusan yang bijak untuk masa depan. Masyarakat desa memiliki potensi besar, dan dengan pengelolaan keuangan yang baik, mereka bisa lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Dr Irni.

Sementara itu, Dr. Fajra Octrina juga menekankan pentingnya perencanaan keuangan dalam konteks usaha desa, seperti pengelolaan paket wisata, UMKM, dan kegiatan pertanian.

Ia juga membahas bagaimana masyarakat dapat menentukan harga jual produk atau jasa, menghitung biaya operasional, dan memahami konsep laba bersih serta profit sharing.

“Kami ingin masyarakat Sugihmukti memiliki kemampuan merancang usaha berkelanjutan, tidak hanya dari sisi operasional tetapi juga dari sisi keuangan,” tambahnya.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim PkM telah melakukan survei awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum terbiasa menyusun anggaran, belummemahami pentingnya pencatatan keuangan, dan belum mengenal strategi perencanaankeuangan jangka panjang. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang secara interaktif dan kontekstual, agar materi mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan dalam kehidupansehari-hari.

Sebagai bentuk evaluasi, tim PKM Tel-U juga melakukan survei kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan.

Hasilnya menunjukkan lebih dari 90 persen peserta puas dengan materi dan metode penyampaian, serta menyatakan bahwa pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan mereka.

Bahkan, seluruh peserta menyatakan sangat setuju agar kegiatan serupa dilanjutkan di masa mendatang.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Telkom University mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.

Dengan sinergi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan Desa Sugihmukti dapat terus berkembang menjadi desa yang mandiri secara ekonomi dan menjadi model pengelolaan keuangan berbasis komunitas yang sukses.

Related posts

Ekonomi RI Meningkat, Dewan Desak Pemerintah Genjot Investasi untuk Lapangan Kerja

DPR: Skandal Seksual di Pati Pelanggaran HAM Berat

Wakil Ketua DPR: Kemenag Jangan Obral Izin Pesantren Tapi Buta Pengawasan