JAKARTA – Persiapan menuju International Charity Concert 100 CTFP (ICC 100 CTFP) dilakukan dengan konsep from the heart dan sepenuhnya berbasis zero budget.
Indonesia menjadi negara pertama penyelenggara ICC 100 CTFP.
Program 100 CTFP merupakan gerakan charity global, di mana para tokoh dunia menyampaikan tiga pesan khusus bagi atlet difabel di seluruh dunia.
Pesan-pesan tersebut dikemas dalam bentuk kartu berwarna merah sebagai simbol kepedulian dan kasih sayang kepada atlit difabel.
“Ini sebuah puzzle. Saya harus mencari siapa saja orang-orang beautiful heart yang dipilih Tuhan untuk menjadi bagian dari ICC 100 CTFP, karena semuanya dilakukan dengan anggaran nol,” ujar Natalia Tjahja, pencetus 100 CTFP dan ICC 100 CTFP dalam rilis yang diterima beritaind.com, Senin, (19/1/26).
Dukungan penuh terhadap ICC 100 CTFP datang dari Majid Rashed, Presiden Asian Paralympic Committee (APC) sekaligus penyelenggara Asian Para Games Aichi–Nagoya 2026 yang akan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026.
Dalam kesempatan ini, Majid Rashed menyampaikan tiga pesan utamanya:
-Our athletes are the backbone of the Paralympic Movement.
-Empowering athletes is not just our vision but our promise for the future.
-True success is measured not just in medals but in the system we build together, because together, we are stronger.
ICC 100 CTFP juga akan memberikan penghargaan “100 CTFP Card of Honor” kepada 27 tokoh Indonesia yang dinilai berkontribusi besar bagi perkembangan paralimpik dari berbagai kategori.
Beberapa di antaranya adalah Raja Sapta Oktohari (Ketua Komite Olimpiade Indonesia), Harnoto Darsono (Ketua Umum Perhimpunan Insan Maritim Andalan Indonesia/PIMA), Muhammad Jufri Sakka (Co-Chair Marriott Business Council Jakarta), Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, Didi Budiardjo, dan tokoh lainnya.
Dalam rangkaian ICC 100 CTFP, turut dihadirkan sebuah karya seni berupa lukisan berjudul “From the Heart” karya Maki Starfield, pelukis juara dunia asal Jepang.
“Saya memberikan lukisan tersebut kepada Bapak Harnoto Darsono selaku Ketua Umum PIMA Indonesia. Beliau adalah pemilik lukisan From the Heart ini, dan lukisan ini akan menjadi pembuka 100 CTFP di Jepang sebagai dukungan bagi Asian Para Games Aichi–Nagoya 2026,” ujar Natalia.
Pembukaan ICC 100 CTFP akan diawali dengan tiga pesan dari Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC) yang menaungi 185 negara.
Acara ini juga akan dibuka secara resmi oleh Jenderal Wandee Tosuwan, Sekretaris Jenderal ASEAN Para Sports Federation (APSF), bersama Natalia Tjahja.
“Keinginan saya untuk dapat bereuni dengan Garuda Indonesia akhirnya terwujud melalui acara ini,” ungkap Natalia.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada Tuhan serta seluruh tim ICC 100 CTFP Indonesia.
Lukisan karya Maki Starfield menjadi pembuka 100 CTFP Jepang dalam rangka Asian Para Games 2026 Aichi- Nagoya.
“Saya merasakan kedamaian dalam bekerja bersama tim yang sehati, yaitu Dwiki Dharmawan, Jose R. Kurniawan, Ariawan Hadiwidjaja, Julius Wijaya (Nagaswara), Saurma MGP Siahaan, dan Paula Meliana,” pungkas Natalia.