Sekitar 6,5 Jam di Kendari, Silaturahim ke Banyak Pejabat dan Pengusaha

Dr Aqua Dwipayana Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional. Foto/Dok Pribadi

Penerbangan dari Makassar ke Kendari relatif dekat, hanya sekitar satu jam. Setiap hari ada sembilan penerbangan yakni Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, dan Air Asia.

Bisa pergi pagi dan sorenya kembali. Efektif sekali waktunya.

Kamis pagi (5/3/26) sekira pukul 08.00 WITA saya naik pesawat Lion Air JT 986 dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros.

Setelah menempuh perjalanan selama sejam, pukul 09.00 WITA pesawatnya mendarat di Bandara Haluoleo di Konawe Selatan.

Saya penumpang pertama yang keluar dari pesawat itu. Saya duduk di kursi paling depan dekat gang, nomor 2D.

Tidak ada barang saya di bagasi. Hanya membawa satu tas kecil yang berisi perlengkapan yang saya butuhkan.

Di Bandara itu protokol Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari Kopda Ardian menyambut saya di terminal kedatangan.

Kemudian mengantarkan ke mobil yang saya gunakan selama di Kendari. Pengemudinya Kls Bah Aldi.

Komandan Lanal Kendari Kolonel Laut (P) Dedi Wardana menugaskan Aldi untuk melayani saya. Sekira 6,5 jam di Kendari saya tidak ketemu Dedi karena agendanya hari itu padat.

Motivasi Bismi
Saya pertama kali silaturahim ke Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Bismi Maulana Nugraha di kantornya, Jalan. Drs. H. Abdullah Silondae No. 95A Kendari.

Ia dengan ramah dan hangat menyambut saya.

“Selamat datang kembali di kantor OJK Sultra, Pak Aqua. Teman-teman mengatakan bahwa bapak pernah melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di sini. Mereka berharap Pak Aqua kembali melakukan kegiatan serupa,” ujar Bismi.

Pada Kamis sore (30/5/24) secara mendadak Kepala OJK Sultra (waktu itu) Arjaya Dwi Raya meminta saya melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya. Permintaan itu langsung saya laksanakan.

Ketika itu saya ke Kendari untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sultra serta Pangkalan Lanal Kendari.

Bismi menginfokan berbagai kegiatan OJK Sultra yang dipimpinnya. Penuh perjuangan dan tantangan apalagi sebagian di wilayah itu kepulauan.

Saya menyemangati Bismi. Menekankan kunci utama kelancaranan melaksanakan tugas selain mengutamakan profesionalisme, juga mengoptimalkan silaturahim dengan semua pihak.

“Terima kasih banyak Pak Aqua untuk silaturahim dan diskusinya. InsyaALLAH kami mengundang bapak buat memberikan motivasi kepada teman-teman industri jasa keuangan di sini. Kebetulan besok (Jumat, 6/3/26) ada acara Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan. Saya akan membicarakan dengan mereka,” ungkap Bismi.

Jadi Bumerang
Kemudian saya melanjutkan silaturahim ke teman lama, Kingbert Benly. Kami ketemu di hotel Claro miliknya, Jalan. Edi Sabara No. 89 Kendari.

Saya sudah lama sekali tidak ketemu pengusaha yang rendah hati itu.

Kami terakhir berjumpa 2013. Setelah itu tidak pernah kontak karena saya kehilangan nomor teleponnya.

Bapak empat anak itu dengan ramah menyambut saya. Kami ketemu di Sunachi Suki Restaurant Hotel Claro.

Setelah saling bertanya tentang kabar masing-masing, Kingbert mulai bicara agak serius. Menceritakan perkembangan bisnisnya.

Rencana investasi ratusan miliar rupiah di Kendari dengan terpaksa ditundanya karena kondisi ekonomi yang kurang baik.

Ia khawatir kalau memaksakan membangun malah jadi bumerang.

Sebagai pengusaha kakek tiga cucu itu berharap situasinya segera membaik, sehingga rencana pengembangan bisnisnya yang tertunda dapat segera dilaksanakan.

Seiring dengan itu membuka banyak lapangan kerja baru.

Kepada Kingbert, saya cerita situasi terkini baik secara nasional maupun global yang saya ketahui. Sekaligus menyampaikan beberapa masukan untuk menjadi pertimbangan buat bisnisnya.

Sehari sebelumnya General Manager Hotel Claro Kendari Syahrir Ramadan menghubungi saya lewat WhatsApp (WA).

Menginfokan telah menyiapkan kamar untuk saya di hotel yang dipimpinnya.

“Selamat sore Pak Aqua, dengan Syahrir Claro Kendari. Kami sampaikan atas perintah Pak Kingbert, besok telah disiapkan kamar untuk transit jam 9 pagi di Claro. Terima kasih,” pesan Syahrir.

Saat ketemu di Hotel Claro, Syahrir kembali menyampaikan ke saya tentang kamar itu. Tidak saya gunakan karena hanya beberapa jam di Kendari.

Orang Bebas Merdeka
Silaturahim selanjutnya ke Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko di kantornya Jalan. Haluoleo No. 1 Kendari.

Saat saya datang, jenderal bintang dua itu sedang Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pelayanan Idul Fitri 1447 H/2026 M. Tempatnya di Aula Dachara Polda Sultra.

Tujuan Rakor mensinergikan langkah lintas instansi (Forkopimda, TNI, dan dinas terkait) untuk memastikan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif, serta mendukung Operasi Ketupat Anoa 2026.

Fokus bahasannya pada pengamanan saat Lebaran 2026. Sekaligus memastikan kesiapan sarana transportasi (darat, laut, udara).

Juga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok (Satgas Pangan). Sekaligus mengantisipasi bencana alam dan potensi gangguan kamtibmas.

Rakor itu sebagai tindak lanjut dari Rapat Pimpinan (Rapim) Polri dan Rapim Polda Sultra 2026. Sebagai upaya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektoral.

Setelah mengantarkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Dr Abdul Qohar Affandi ke mobilnya, Widjanarko, panggilan akrab Didik Agung Widjanarko ke mobilnya, mengajak saya ke ruang kerjanya di lantai 3.

Juga ada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra Syahrul Said dan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Sultra Brigjend TNI Suwandi.

Kami ngobrol sebentar. Begitu mendengar suara azan, kami secara bergantian wudhu di kamar mandi ruang kerja Widjanarko.

Kemudian bersama-sama melaksanakan sholat Zuhur di Masjid Al-Amin Polda Sultra.

Widjanarko mengatakan pada Mei 2026 ini memasuki masa pensiun. Ia sangat siap jadi orang bebas merdeka setelah sekira 36 tahun bertugas di Polri.

Sejak lama Widjanarko telah mempersiapkan diri termasuk melaksanakan pensiun. Pria berkarakter itu rajin melaksanakan ibadah termasuk puasa Daud.

Kepada Widjanarko, saya mengucapkan selamat menjadi orang bebas merdeka. Mensyukuri dan menikmati atasan satu-satunya hanya Alloh SWT.

Saya telah merasakan itu sejak sekira 21 tahun lalu.

Seusai sholat zuhur saya silaturahim ke Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr Gidion Arif Setyawan di ruang kerjanya.

Letaknya satu lantai dengan ruang kerja Widjanarko.

Kami ngobrol ringan, mendiskusikan beberapa hal termasuk suasana di Polri saat ini.

Saya sampaikan bahwa dua teman saya yang menjabat kapolda, sedang menghadapi cobaan karena perilaku anggotanya yang tidak terpuji.

Ada yang memakai narkoba dan membunuh orang sipil.

Saya sangat prihatin dengan kondisi itu.

Harusnya anggota Polri jadi teladan, bukan berperilaku yang mencoreng institusinya.

Akibatnya citra dan reputasi makin negatif.

Saya mendoakan agar dalam waktu dekat Dr Gidion promosi bintang dua.

Jika memang rezekinya dapat amanah jadi Kapolda Sultra menggantikan Widjanarko.

“Terima kasih banyak Pak Aqua untuk semua doanya. Saya serahkan sepenuhnya kepada Tuhan,” kata Dr Gidion yang merupakan teman lama saya.

Berencana Mengundang
Dari Polda Sultra saya melanjutkan silaturahim ke Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra Edwin Permadi.

Kami baru pertama kali ketemu dan langsung akrab.

Kasi Humas Ridwan Suryo mendampingi Edwin. Ia yang intens komunikasi dengan saya menjelang saya ke KPw BI Sultra.

Edwin menceritakan aktivitasnya bersama jajaran di Sultra. Banyak sekali kegiatannya.

Selain melaksanakan tugas utama BI, juga membina dan membantu memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sultra.

Saya diajak melihat produk-produk binaan BI Sultra. Banyak sekali dan semuanya berkualitas.

Dipajang rapi di tempat yang selantai dengan ruang kerja Edwin.

Atas perintah Edwin, stafnya membawakan saya beberapa produk makanan ringan. Tujuannya agar saya menikmatinya saat buka puasa.

Begitu Edwin tahu saya motivator dan sejak lama telah sering melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan BI dan perbankan, Edwin berencana mengundang saya.

Kegiatannya setelah Lebaran Idul Fitri 2026.

“Insya Alloh saya mengundang Pak Aqua untuk acara Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajaran saya. Selain itu juga di acara Badan Musyawarah Perbankan Daerah Sultra. Tempatnya kemungkinan di luar Kendari,” ucap Edwin.

Silaturahim Terakhir ke Qohar
Terakhir silaturahim ke teman akrab saya yang menjabat Kajati Sultra Dr Abdul Qohar Affandi di kantornya, Jalan. Ahmad Yani No. 4 Kendari. Saat saya tiba, Qohar sedang santai.

Kami membicarakan berbagai hal termasuk di internal kejaksaannya. Saya sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan tentang institusi itu.

Pria yang berasal dari Lamongan itu telah bertugas di Sultra sekira 8 bulan.

Ia mensyukuri dan menikmati tugas di provinsi tersebut.

“Alhamdulillah Pak Aqua. Selama sekitar 8 bulan saya bertugas di sini semuanya lancar,” ujar bapak dua anak itu.

Saya ngobrol dengan Qohar sekira 30 menit. Inginnya lebih lama, namun paling lambat pukul 15.10 WITA harus sudah tiba di Bandara Haluoleo karena pukul 15.30 WITA pesawatnya berangkat menuju Makassar.

“Terima kasih Pak Aqua untuk silaturahimnya. InsyaALLAH kita ketemu lagi,” pungkas Qohar.

Pukul 15.00 WITA saya tiba di Bandara Haluoleo. Disambut protokol Lanal Kendari Serda Yusnan Lelewa. Kami langsung menuju pesawat Lion Air JT 997. Saya duduk di kursi nomor 1C.

Sekira 6,5 jam di Kendari saya ketemu para pejabat dan pengusaha. Saya banyak belajar kepada mereka. Alhamdulillah.

Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

 

Related posts

Sangat Bersyukur Sehari Jalan ke Berbagai Kota dan Lancar

Jumat Berselimut Sholawat

Ijazah Antara Ghibah dan Berbantah-bantah