BERITAIND.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) menegaskan, esensi dari peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan untuk menghadirkan keadilan nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Tadarus Budaya bertajuk “Menyambut Nuzulul Qur’an dengan Cinta dan Doa Bersama untuk Iran” yang diselenggarakan DKP Panji Bangsa di Deheng House, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/26).
Gus Muhaimin mengapresiasi langkah Panji Bangsa yang mengemas tadarus dalam bingkai budaya.
Menurutnya, budaya adalah manifestasi dari kreativitas manusia untuk menciptakan keadaan yang lebih baik di tengah tantangan nasional maupun global yang semakin kompleks.
“Tadarus budaya ini adalah sub dari tadarus Alquran yang unggul dan lengkap. Budaya menuntut kita untuk berkreasi, menghadirkan, dan berbuat guna menjadikan keadaan lebih baik,” ujar Gus Muhaimin di hadapan para kader dan budayawan yang hadir.
Dalam orasi budayanya, Gus Muhaimin menyoroti visi Alquran tentang rasa aman dan selamat yang hanya bisa dicapai melalui tegaknya keadilan.
Ia mengingatkan para pemimpin bahwa keadilan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa upaya politik yang serius.
“Keadilan harus terus dihadirkan, keadilan tidak bisa datang dari langit. Keadilan itu adalah amanat bagi seorang pemimpin. Esensinya adalah mendekatkan akses bagi orang yang menderita,” tegasnya.
Ia secara khusus menginstruksikan Panji Bangsa untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak umat dan bangsa, terutama bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dari akses kesejahteraan.
“Keadilan harus terus dihadirkan, keadilan tidak bisa datang dari langit, keadilan itu salah satu amanat bagi seorang pemimpin,” katanya.
“Dan keadilan itu adalah mendekatkan akses pada orang yang menderita. Disitulah kita hadir, dan saya minta Panji Bangsa hadir untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat, umat, bangsa dan negara,” tegasnya lagi.
Senada, Ketua Umum Panji Bangsa Rivqy Abdul Halim menjelaskan, acara didesain untuk menunjukkan wajah Islam yang inklusif dan menyenangkan.
Peringatan Nuzulul Quran kali ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan mulai dari live music, puisi, stand up comedy, hingga atraksi badut perayaan.
“Pesan kami jelas: bagaimana kita bisa mencintai Alquran dengan riang gembira. Ya ngopi, ya ngaji, melok (ikut) kiai sampai mati, bela PKB sampai mati,” ungkap sosok yang akrab disapa Gus Rivqy tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat namun santai ini diawali dengan khataman Alquran dan dilanjutkan doa bersama untuk kedamaian di Iran dan solidaritas kemanusiaan global, sebagai perwujudan nilai-nilai universal Alquran yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Hadir dalam acara tersebut Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto, sejumlah anggota DPR RI Fraksi PKB, pengurus teras Panji Bangsa, serta masyarakat sekitar.
