BERITAIND,COM. JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Tinju Indonesia (PB Perbati) yang terbentuk pada 3 Mei 2025, mendapat kepercayaan besar dari pemerintah melalui Kementerian Pemudan dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mempersiapan atletnya menuju Asian Games XX Tahun 2026 di Nagoya, Jepang, 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Kemenpora menargetkan atlet binaan PB Perbati mampu betkontribusi mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia pada ajang pesta olahraga terbesar didunia setelah olimpiade itu
Target yang dicanangkan pemerintah itu memacu pengurus Perbati mempersiapkan para petinjunya.
Ini dilakukan untuk menjawab dan mewujudkan kepercayaan tersebut.
Apalagi para petinju yang dipersipakan sudah mendapat persetujuan dari tim review Kemenpora sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
“Kami menyiapkan lima petinju yang sudah direkomendasi oleh tim review Kemenpora secara obyektif karena ada beberapa kreteria,” kata Sekjen PB Perbati Hengky Silatang kepada wartawan di HS Boxing Camp Ciseeng, Bogor, Sabtu (11/4/26).
“Diantaranya peraih medali SEA Games. Jadi obyektif dan tidak bisa misalnya mau titip atlet ini dan itu. Karena itu kami dari Perbati pun menjawab kepercayaan ini dengan serius,” lanjutnya.
Hengky yang juga komentator tinju di layar TV itu menyebut, lima petinju yang dipersiapkan di Pemusatan Latihan terdiri tiga putra dan dua putri.
Untuk putra bermaterikan peraih medali SEA Games 2025 Thailan lalu, Vicky Tahumil Junior (peraih emas kelas 51 kg), Asri Udin (perak kelas 60 kg) dan Maikhel Roberrd Muskita (perak kelas 80 kg).
Di bagian putri juga meraih medali perak SEA Games 2025, Nabila Maharani (kelas 54 kg), dan Huswatun Hasanah (kelas 63 kg).
“Kami mendapat target untuk bisa menyumbangkan medali di Asian Games nanti. Peluangnya? Hampir semua mestinya berpeluang meraih medali. Tapi yang paling ideal memang Mustika sama Uswatun,” ujar Hengky saat ditanya tentang peluang anak asuhnya di Asian Games Nagoya.
Untuk saingan, Hengky menyebut negara-negara langgangan medali Asian Games.
Terutama negara yang berakhiran tan seperti Uzbekistan, Tajikistan dan tidak bisa diabaikan tuan rumah, negara-negara tetangga Thailand dan Filipina.
Dalam persiapan menghadapi persaingan berat dan ketat di Asian Games mendatang, kelima petinju dudah digembleng di Pelatnas sejak Februari lalu.
Penggemblengan untuk dasar dilakukan di HS Boxing Camp.
Setelah itu para petinju akan dikirim ke Vietnam selama satu bulan dan selanjutnya terbang Uzbekistan.
Di negara raksasa tinju Asia itu, Vicky dan kawan-kawan menjalani latihan dan latih tanding selama tiga bulan.
“Kita ketat. Setelah di Uzbekistan tidak boleh ada yang balik ke Indonesia. Kita takut kondisi akan menurun seperti biasanya karena terlalu sering ketemu saudara, teman atau mungkin pacar. Makannya juga tidak teratur,” tegasnya.
Hengky yang juga menjabat Anggota Komite Eksekutif KOI itu mengemukakan, dari Uzbekistan pera petinju langsung ke Nagoya.
Selama menjadi latihan di luar negeri, PB Perbati akan memonitor dengan ketat evaluasi hasil latihan dan uji tanding para petinju. Penerapan latihan dilakukan dengan disiplin ketat pula.
“Kita harus strong demi prestasi. Mudah-mudahan dengan persiapan ini, apalagi di Uzbekistan mereka bisa sparring dengan juara-juara olimpiade, apa yang kita harapkan bisa terwujud. PB Perbati hadir untuk menciptakan generasi emas tinju amatir yang berprestasi di kancah internasional,” paparnya.
Selama persiapan, para atlet tetap didampingi pelatih kepala Kamanit Narerak dari Thailand.
Sedangkan dari Indonesia ada Patrick Timbowo dari Sulut dan Mathias Mandiangan asal DKI Jakarta.
Untuk masalah gizi, Henky menyatakan terpantau dengan aman karena mendapat bantuan dari Kemenpora.
Selain itu, training center ini sudah dilakukan oleh Ketua Umum PB Perbati dengan uang pribadi dari bulan Februari.
Hengky menambahkan, PB Perbati bukan hanya menyiapkan para petinju elite, namun juga mempersiapkan para petinju muda usia 19-23 tahun sebagai pelapis.
Ada 15-16 petiju. Ini untuk mempersiapkan regenerasi dan juga di bulan Juli ada Kejuaraan Asia Junior di Jakarta.
Rencananya pertandingan akan digelar di Gedung Basket Senayan, Jakarta, 3 – 16 Juli.
“Semoga persiapan yang kita lakukan ini akan mendapat hasil yang baik. Dari hasil itu ada yang muncul baik. Selain itu kita bisa prioritaskan target di Olimpiadu yang akan datang,” ungkapnya.
Pemilihan tempat latihan di HS Boxing Camp, menurut Hengky, memang jauh namun ada sisi positifnya.
Selain fasilitas termasuk lengkap juga bisa berpenjaman dalam konsentrasi.
“Tidak tergoda tiap hari ke mal, nggak tiap hari ke kota,” pungkasnya