“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (H.R Bukhari dan Muslim)
Hadist tersebut telah terbukti kebenarannya. Banyak orang yang meyakininya.
Kemudian melaksanakannya. Hasilnya dahsyat dan luar biasa.
Mereka yang rajin melaksanakan silaturahim dengan ikhlas, rezekinya bakal mengalir deras.
Nilainya melebihi materi berapa pun.
Rezeki yang diperoleh tidak hanya materi, tapi lebih dari itu.
Mereka yang telah merasakan dahsyatnya melaksanakan silaturahim dengan ikhlas akan ketagihan melakukannya.
Sebagian orang menjadikan materi sebagai rezeki yang terkecil. Jumlahnya relatif.
Tergantung sudut pandang masing-masing.
Rezeki Utama Kesehatan
Rezeki yang utama adalah kesehatan. Ini kekayaan paling hakikih bagi setiap orang. Semua orang ingin memperolehnya.
Bahkan banyak yang memperjuangkan hingga akhir hayatnya.
Untuk tetap sehat sumber utamanya adalah hati yang bersih, komunikasi yang baik, dan pikiran yang positif.
Setiap orang dapat mewujudkannya asal serius, sungguh-sungguh, dan konsisten melakukannya.
Rezeki berikutnya memiliki banyak saudara dan teman yang tinggal di berbagai tempat. Mereka adalah aset.
Hubungan dengan mereka harus dirawat. Caranya selalu menjaga silaturahim.
Mengutamakan membantu sesuai kemampuan daripada menerima bantuannya.
Rezeki selanjutnya mendapatkan amanah. Semua kepercayaan yang diperoleh nilainya mahal sekali, melebihi materi.
Syukuri semua kepercayaan yang diperoleh. Jangan disia-siakan apalagi disalahgunakan supaya mendapatkan amanah lainnya yang lebih besar.
Sekali menyalahgunakan amanah dapat membuat kredibilitasnya menurun. Orang menjadi tidak percaya.
Lambat laun kepercayaannya jadi berkurang bahkan bisa turun drastis.
Membuat Ketagihan Silaturahim
Selalulah mengawali silaturahim dengan niat baik. Sepenuhnya ibadah, karena tuhan, bukan yang lainnya.
Selain itu, membiasakan diri berpersepsi dan berpikiran positif. Membayangkan orang yang didatangi merasa senang, sebab tujuan utamanya adalah hanya silaturahim bukan yang lain, apalagi untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Lebih bagus meniatkan silaturahim dengan siapa pun, bakal memberikan sesuatu bukan menerima.
Kehadirannya bermanfaat buat orang lain. Bahkan sebagian orang selalu menantikan kedatangannya.
Jauh lebih mulia saat memberi, apapun wujudnya, dibandingkan menerima. Posisinya di atas, tidak di bawah.
Memberi tidak selalu materi. Bisa dalam bentuk yang lain. Sesuai dengan kebutuhan penerimanya.
Itu jauh lebih bermanfaat apalagi ketika saat dibutuhkan.
Rajin silaturahim dengan ikhlas manfaatnya besar sekali. Konsistenlah melakukannya. Setelah itu rasakan hasilnya.
Membuat ketagihan melaksanakannya.
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional