BERITAIND.COM, JAKARTA – PWI Jaya sie Musik dan Film bersama tim Tiga Jantung menggelar rapat pematangan Konser Musik Spiritual “Mahabbah Allah Pakem 9”, di kantor PWI DKI Jakarta Sie Musik dan Film, Gedung PPHUI, Rasuna Said, Jakarta, pada Rabu (13/5/25).
Irish Riswoyo selaku ketua PWI Jaya Sie Musik dan Film sekaligus ketua panitia penyelenggara menjelaskan bahwa persiapan sudah mencapai 90 persen.
“Untuk persiapan sudah mencapai 90 persen, sound system, lighting sytem, audio visual dan man power serta pendukung acara sudah siap. Bahkan band penampil sudah mulai latihan sejak Kamis kemarin. Nanti hari Jumaat dan Minggu kita geber latihan lagi,” kata Irish.
Dalam kesempatan yang sama, Mbah Kiyai Syaiful Umar dari Tiga Jantung sekaligus pencipta lagu mejelaskan, konser Mahabbah Allah Pakem 9 bukan konser musik biasa, tetapi konser Spiritual, yang bermakna sebagai ruwatan dan pertobatan nasional.
“Konser ini memang konser musik, tapi memiliki makna spiritual mendalam karena esensi dari konser ini mengajak para pemimpin kita dan semua elemen masyarakat melakukan tobat nasional,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya tidak ingin ada bencana lebih besar di negeri ini.
“Makanya kita mesti mohon sama Allah dan bertobat bersama-sama. Kita tahu kan, beberapa bencana telah terjadi, seprti bencana banjir dan tanah lonsor di Aceh dan Sumut, tabrakan kereta api. Bahkan geopolitik perang Iran lawan Amerika dan Israel. Nah setelah konser pertobatan dan ruwatan ini. Kita mohon kepada Allah SWT semoga ke depan bencana-bencana seperti ini tidak terjadi lagi,” pugkasnya.
Budayawan Ngatawi Al-Zastrow yang hadir dalam rapat mematangan konser Mahabbah Allah mengaku senang bisa terlibat.
“Ini acara yang luar biasa, kita jadikan budaya sebagai media komunikasi yang mampu menembus segala lapisan masyarakat tanpa sekat, baik umaroh, ulama maupun masyarakat biasa. Bahkan lewat musik ini juga kita jadikan media dialog dengan Allah SWT, karena lirik-lirik lagunya berisikan pertaubatan,” tutur kepala Makara Art Centre Universitas Indonesa itu.
Ulama dan tokoh spiritual Habib Sechan yang dalam acara ini akan membacakan doa sakral menekankan pentingnya kesakralan konser.
“Saya minta, dalam konser nanti nilai kesakralan konser tetap dijaga, agar pesan dan kesannya bisa sampai kepada penonton, dengan demikian, makna pertobatan ini ener-benar bisa di ijabah oleh Allah SWT,” kata purnawirawan jenderal baret merah itu.
Selain menggelar rapat pemtangan rencana konser, dalam waktu yang bersamaan juga digelar technical meeting antara tim produksi dan perwakilan band pengisi acara.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia, Yusril Ihza Mahendra dikonfirmasi bakal hadir dalam konser.
Sementara panitia penyelenggara masih menunggu konfirmasi kehadiran Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Mendagri Tito Karnavian.