BERITAIND.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Lalu Hadrian Irfani menyoroti rendahnya jumlah sumber daya manusia (SDM) Indonesia di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).
Pemerintah, kata dia, harus bekerja keras melakukan peningkatan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul data yang diungkapkan Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini, yang menyebutkan jumlah talenta STEM di Indonesia saat ini masih kurang dari 20 persen.
Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan negara-negara maju yang telah memiliki talenta STEM di atas 30 hingga 40 persen.
Lalu menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah karena ketersediaan talenta STEM merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing bangsa di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin pesat.
“Harus dicari secara mendalam apa yang menjadi penyebab rendahnya SDM Indonesia di bidang STEM. Setelah itu, pemerintah perlu merumuskan langkah-langkah strategis dan terukur untuk meningkatkan jumlah serta kualitas talenta STEM di Indonesia,” ujar Lalu dalam keterangan yang diterma beritaind.com, Selasa (23/6/26).
Dia meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan pembahasan secara serius untuk merumuskan strategi peningkatan talenta (STEM) di Indonesia.
“Salah satunya terkait kebutuhan anggaran dalam peningkatan pendidikan STEM. Untuk mengembangkan pendidikan STEM dibutuhkan anggaran besar. Maka, ke depannya anggaran pendidikan harus dinaikkan,” bebernya.
Menurutnya, penguatan pendidikan STEM harus menjadi salah satu prioritas nasional agar Indonesia mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.
“Pemerintah harus betul-betul fokus meningkatkan talenta di bidang STEM sehingga kualitas pendidikan Indonesia akan semakin maju dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional,” tegasnya.
Lalu Ari mengingatkan, pengembangan SDM tidak boleh hanya berfokus pada bidang STEM semata.
Pemerintah juga perlu memberikan perhatian yang sama terhadap penguatan SDM di bidang sosial dan humaniora (Soshum).
“Tentu pemerintah juga harus terus meningkatkan kualitas SDM di bidang sosial humaniora,” jelasnya.
“STEM dan Soshum harus sama-sama diperkuat dan ditingkatkan agar pendidikan Indonesia berkembang secara seimbang dan mampu melahirkan generasi yang kompeten di berbagai bidang,” katanya lagi.
Komisi X DPR RI, lanjut Lalu Ari, akan terus mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas SDM Indonesia secara menyeluruh, baik di bidang STEM maupun sosial humaniora, demi mendukung kemajuan bangsa dan daya saing Indonesia di tingkat global.