Senin pagi sampai Jumat malam (3-7/8/26) saya berada di Sulawesi Selatan (Sulsel). Menebar kebaikan dengan intens silaturahim serta melaksanakan sharing komunikasi dan motivasi.
Saya tidak hanya di ibu kota Sulsel, Makassar, tetapi juga ke daerah-daerah.
Sedikitnya ada 10 daerah tingkat II yang saya datangi, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Sidrap.
Selama lima hari di Sulsel, saya ketemu ribuan orang.
Jumpa mereka baik saat silaturahim maupun ketika melaksanakan sharing komunikasi dan motivasi.
Mereka yang saya temui umumnya orang baru. Maksudnya kami pertama kali ketemu. Meski begitu, kami langsung akrab.
Saya menghormati dan menghargai semuanya secara universal.
Tidak melihat latar belakangnya. Awal pertemuan menilainya positif.
Seperti biasa, sebelum ketemu, saya sudah meniatkan untuk belajar kepada semua orang yang saya anggap guru.
Menyimak mereka baik verbal maupun nonverbal.
Sikap positif itu memudahkan saya berinteraksi dengan mereka.
Sama sekali tidak ada jarak. Sangat akrab dan hangat.
Berikan Lahan Ibadah
Mereka yang spontan meminta saya untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi, saya layani.
Berterima kasih kepada mereka karena memberikan lahan ibadah kepada saya.
Pemikirannya terbalik. Biasanya orang yang minta tolong dan yang mengundang yang menyampaikan terima kasih.
Bagi saya wajib mengapresiasi undangan itu karena nilai amanahnya tinggi. Hanya diberikan kepada saya sendiri.
Begitu memulai menyampaikan sharing komunikasi dan motivasi langsung saya optimalkan.
Tancap gas agar memberi manfaat maksimal kepada seluruh yang hadir.
Saat di Sulsel, saya melaksanakan delapan sesi sharing komunikasi dan motivasi.
Ada yang sehari tiga sesi, seperti hari Selasa (4/8/26) di Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Takalar, dan Kota Makassar.
Selain itu hari Kamis (6/8/26) di Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, dan Kabupaten Barru.
Delapan sesi Sharing Komunikasi di Bumi Anging Mamiri itu saya mulai di Kabupaten Jeneponto pada Selasa pagi dan terakhir di Kabupaten Pinrang Jumat pagi.
Lengkapnya adalah di Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Pinrang.
Semua sesi lancar sekali meski harus marathon dari pagi sampai malam.
Sikap selalu bersyukur dan ikhlas yang membuat saya sangat menikmati seluruh aktivitas itu.
Saya beruntung sekali karena dapat melaksanakan semua aktivitas itu.
Tidak banyak orang yang mendapatkan kesempatan seperti saya. Makanya begitu dapat amanah, langsung saya optimalkan.
Membuktikan Ribuan Kali
Selain melaksanakan sharing komunikasi dan motivasi, saya mendapat komitmen untuk melaksanakan kegiatan serupa di daerah yang sama.
Instansinya berbeda. Jumlahnya bahkan lebih banyak.
Waktu yang terbatas karena agenda lainnya menunggu, sehingga saya menunda melaksanakannya.
Paling cepat bulan depan realisasinya.
Itulah salah satu rezeki melaksanakan silaturahim dengan ikhlas.
Datangnya bertubi-tubi dari arah yang tidak disangka-sangka.
Selama puluhan tahun konsisten melaksanakan silaturahim tanpa pamrih, saya sering merasakan hal serupa.
Membuat saya ketagihan melaksanakan silaturahim. Hasil yang diperoleh dahsyat dan luar biasa.
Nilainya melebihi materi berapa pun.
Saya telah membuktikan ribuan kali.
Konsisten melaksanakan silaturahim dengan ikhlas, sangat banyak manfaatnya. Sama sekali tidak ada ruginya.
Sangat merugi orang memiliki banyak keluangan waktu, tenaga, materi, namun enggan melaksanakan silaturahim.
Mereka menyia-nyiakan kesempatan emas yang diberikan Sang Pencipta.
Selama di Sulsel kesannya mendalam sekali. Saya mendapat banyak saudara baru.
Juga pengalaman dan pelajaran yang saya peroleh bertambah.
Semuanya sangat bermanfaat buat saya.
Saya berniat untuk kembali ke Sulsel.
Melanjutkan silaturahim sekaligus memeliharanya dengan niat sepenuhnya ibadah, karena tuhan bukan yang lain. Aamiin ya robbal aalamiin…
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional