Menjelang Pernikahan Ero dengan Dhea, Mohon Doa dan Minta Maaf

Savero (kiri). Foto/Dok Pribadi

Insya Allah putra bungsu saya, Savero Karamiveta Dwipayana (Ero) pada Sabtu (5/9/26) mendatang menikah dengan Dhea Julya Raina Nabila Mangun di Bintaro, Tangerang Selatan.

Persiapannya sudah sejak beberapa bulan lalu.

Sekira 3 minggu menjelang hari H, hampir keseluruhan terkait pernikahan itu sudah siap.

Banyak pihak terutama dari keluarga dan saudara kedua mempelai serta teman-teman dekat yang membantu.

Mereka berniat, bertekad, dan berusaha maksimal agar seluruh rangkaian acaranya sukses.

Sekaligus memberikan layanan terbaik kepada semua tamu.

Acaranya sederhana. Akad nikah dilaksanakan pagi. Siangnya resepsi.

Semuanya di tempat yang sama.

Undangannya tidak banyak. Selain saudara, juga kolega terutama teman-teman kedua mempelai.

Sedangkan relasi orangtuanya terbatas yang diundang.

Ero dan Dhea ingin acaranya sederhana. Terpenting pernikahan mereka sah secara agama Islam.

Kedua keluarga mempelai sepakat dengan itu.

Sejak pertemuan pertama keluarga mempelai di Jakarta pada Ramadan 2026 di bulan Februari 2026, telah sepakat untuk melaksanakannya secara sederhana.

Memercayakan kepada Ero dan Dhea untuk mencari tempat akad dan resepsinya.

Ero dari awal telah menyampaikan kepada saya dan istri, Retno Setiasih bahwa teman-teman kami yang diundang jumlahnya tidak banyak. Terbatas sekali.

“Teman-teman bapak dan ibu yang diundang tidak banyak ya. Begitu juga kawan-kawan Kak Ara. Ero dan Dhea ingin pelaksanaan pernikahannya secara sederhana. Paling utama sah secara agama Islam,” ungkap Ero.

Kami bertiga, saya, Retno, dan Ara memakluminya dan sangat bisa menerima semua yang disampaikan Ero.

Terpenting acaranya lancar, sukses, dan berkah.

Ero dan Dhea dapat mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Keluarganya selalu tenang, harmonis, penuh cinta, dan kasih sayang.

Saya dan Retno bersyukur karena Ero telah memilih dan memutuskan calon istrinya.

Kami mendukung penuh dan selalu mendoakan mereka.

Doa Hadiah Terbaik
Kepada semua saudara dan teman, saya mohon doa untuk kelancaran seluruh rangkaian acara pernikahan Ero dan Dhea.

Juga agar mereka dapat mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Setiap berkomunikasi dengan saudara dan teman-teman, baik lewat telepon, WhatsApp, maupun langsung, saat menyampaikan rencana Ero untuk menikah, saya dengan rendah hati memohon doa untuk kelancaran acaranya dan keharmonisan rumah tangga mereka.

Permohonan itu sangat penting. Selama ini saya meyakini sekali kekuatan doa.

Buat keluarga besar kami, doa dari semua saudara dan teman-teman adalah hadiah terbaik.

Nilainya melebihi materi berapa pun. Kami yakin Tuhan mengabulkannya. Aamiin ya robbal aalamiin…

Para saudara dan teman-teman dengan tulus ikhlas mendoakannya.

Mereka yang mengenal Ero, pernah ketemu dan berkomunikasi dengan Ero, bersyukur dan senang dengan kabar gembira itu. Apalagi yang tahu Ero sejak kecil.

Semuanya menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya.

“Alhamdulillah Ero menikah dan telah menemukan pasangan hidupnya,” ucap mereka senada.

Tidak Mudah Memutuskan
Saat rencana Ero dan Dhea yang akan melakukan resepsi pernikahan sederhana saya sampaikan ke para saudara dan teman-teman, komentar mereka senada.

“Pak Aqua temannya kan banyak sekali. Pasti tidak mudah menentukan siapa saja yang bakal diundang.”

Beberapa teman dekat saya spontan mengatakan tidak usah diundang.

Dapat memaklumi jumlah undangannya yang terbatas, sehingga mereka mengalah untuk tidak hadir.

Sebagai teman dekat, mereka berdoa dan berharap agar semua acaranya lancar. Meski mereka tidak menghadirinya.

Begitu Ero menyebutkan jumlah undangan teman saya yang bakal diundang, saya langsung berpikir siapa saya yang bakal diundang.

Tidak mudah memutuskannya. Apalagi selama ini saya memiliki banyak teman akrab yang tinggalnya baik di Indonesia maupun di mancanegara.

Dari semua teman saya yang jumlahnya belasan ribu orang, yang bakal diundang sedikit sekali.

Hanya nol koma sekian persen atau puluhan orang.

Saya membayangkan bakal banyak teman yang komplain karena tidak diundang.

Saya memaklumi hal itu. Dengan lapang dada bisa menerima komplain mereka.

Selain bakal memohon beribu-ribu maaf karena tidak mengundang mereka, saya tetap meminta untuk mendoakan Ero dan Dhea.

Saya yakin mereka menerima permohonan maaf dan permintaan doa tersebut.

Menjelang pernikahan Ero dan Dhea, saya bakal sering memohon doa dan minta maaf.

Kalimat yang sering saya ucapkan sebelumnya untuk hal-hal yang lain.

Memohon doa dan minta maaf meskipun tidak melakukan kesalahan, sejak lama sering saya ucapkan kepada banyak orang.

Saya tidak ragu melakukannya karena sudah mendarah daging

Dr Aqua Dwipayana

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

Related posts

81 Tahun Indonesia Merdeka, Kemerdekaan yang Harus Terus Diperjuangkan

Implikasi Psikologis dan Sosial dari Metafora ‘Dunia sebagai Permainan’

Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah, Menjaga Akal Sehat, Mencerahkan Peradaban