BERITAIND.COM, JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa, mendesak pemerintah bergerak cepat menanggulangi krisis kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Langkah pemadaman api dinilai harus berjalan beriringan dengan jaminan perlindungan medis serta distribusi bantuan keselamatan secara merata.
“Kabut asap karhutla di Kalimantan bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi sudah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat,” ujar Neng Eem di Jakarta, Selasa (15/9/26).
“Pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat terus-menerus menghirup udara tercemar yang membahayakan jiwa mereka,” lanjutnya.
Ia menekankan agar bantuan perlindungan fisik seperti masker dipastikan sesuai dengan standar filtrasi mikro.
“Distribusi masker harus tepat guna, seperti tipe KN95 yang mampu menyaring partikulat halus. Pembagian masker tidak boleh sekadar simbolis tanpa memberikan perlindungan optimal bagi paru-paru masyarakat,” katanya.
Puskesmas hingga rumah sakit daerah harus siaga penuh melayani lonjakan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi mata.
“Pemerintah wajib hadir tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menyediakan layanan medis gratis dan responsif,” ujarnya.
Skema evakuasi dan perlindungan medis khusus harus segera diterapkan bagi warga rentan. “Anak-anak, lansia, ibu hamil, disabilitas, dan penderita penyakit kronis harus jadi prioritas utama,” pungkas Neng Eem.