Keren, SMK Negeri 1 Jarai Peduli Megalitik

BERITAIND.COM, LAHAT – Kehadiran Mario Andramartik selaku Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat telah memberikan suntikan ilmu dan inspirasi luar biasa bagi siswa serta guru.

Metode pembelajaran sosialisasi yang terintegrasi dengan mata pelajaran Sejarah, Bahasa Indonesia, dan PPKN ini terbukti mampu menghidupkan suasana belajar yang dinamis.

Siswa tidak hanya sekadar menghafal masa lalu melalui pelajaran Sejarah, tetapi juga dilatih berpikir kritis dan merangkumnya lewat keterampilan berbahasa Indonesia yang baik, memahami tanggung jawab hukum dan moral sebagai warga negara dalam menjaga aset bangsa melalui kacamata PPKN.

“Paparan Mario Andramartik peraih penghargaan Tokoh Penggerak Kebudayaan dan Pariwisata Sumatra Selatan Tahun 2017 mengenai kekayaan peradaban megalitik Pasemah di wilayah Jarai benar-benar membuka mata kami bahwa sekolah kami dikelilingi oleh laboratorium sejarah yang bernilai dunia.” ujar Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Jarai Ema Yuliantri, S.Pd.,M.Pd dalam rilis yang diterima beritaind.com, Rabu (23/9/26).

Ema juga menyampaikan pesan kepada seluruh siswa dan tenaga pendidik agar momentum berharga ini tidak menguap begitu saja. Jadikan ilmu yang dibagikan oleh narasumber Mario sebagai pemantik komitmen nyata untuk menjaga, merawat, dan menghormati situs-situs megalitik di lingkungan sekitar kita.

Dan terkhusus untuk para guru, Ema berpesan, “Saya berharap inovasi pembelajaran lintas mata pelajaran seperti ini terus dipertahankan dan dikembangkan. Mari kita bersama-sama mencetak generasi muda SMK Negeri 1 Jarai yang tidak hanya kompeten dan siap kerja secara industri, tetapi juga tumbuh pada akar budaya serta identitas daerah yang kuat,” tegas Ema.

Kegiatan Sosialisasi Cagar Budaya Megalitik Jarai Terintegrasi dengan Mapel Sejarah, Bahasa Indonesia dan PPKN di SMK Negeri 1 Jarai merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh pihak SMK Negeri 1 Jarai dengan mengundang narasumber Mario Andramartik seorang Tokoh Kebudayaan dan Pariwisata Sumatra Selatan dan pada tahun 2026 ini dicalonkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Selatan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Setelah menerima materi di ruang kelas tentang megalitik khususnya yang berada di Kecamatan Jarai siswa-siswi yang berjumlah 60 orang dan beberapa guru mata pelajaran Sejarah, Bahasa Indonesia dan PPKN berjalan menuju Situs Megalitik Baturang yang berjarak 1 km dari sekolah yang berada di Desa Gunung Megang.

Kegiatan sosialisasi juga diikuti oleh Sumarti, ST, M.Pd Waka Bidang Kurikulum, Ahmad Asrori, S.Pd., M.Pd Waka Bidang Sanpras, Reko Darlis, S.Pd Waka Bidang Kesiswaan, Yanharudin, S.Pd Waka Bidang Hubin, dan Hengki Firmanysah, S.Pd selaku Guru Sejarah serta beberapa guru Bahasa Indonesia dan PPKN. Dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Selatan hadir Ahmad Rifai selaku Koordinator Juru Pelihara di Jarai Area dan Kota Pagar Alam serta Avian Sahudi Juru pelihara Situs Megalitik Gunung Kaya.

Setiba di Situs Megalitik Baturang setelah menempuh perjalanan berjalan kaki sejauh 1 km para siswa dan guru sangat antusias mendengarkan lanjutkan materi di lokasi megalitik yang disampaikan Mario.

Selain para siswa dan guru bertanya juga menyampaikan kesan dan pesan terhadap keberadaan megalitik di Kecamatan Jarai.

Bahkan seorang siswa menyatakan keinginan nantinya akan kuliah dan ingin menjadi seorang arkeolog.

Semoga kegiatan mengenal cagar budaya di lingkungan terdekat sekolah dapat dilakukan oleh setiap sekolah sehingga para siswa dan warga sekolah dapat mengenal dengan baik Cagar budaya dan peninggalan sejarah lainnya yang berada minimal yang berada di wilayah kecamatan dimana sekolah berada.

Related posts

⁠Sidang Gugatan Kadin Indonesia Dekati Akhir, Penggugat Optimistis Bakal Menang

Joni Yap SH MH, CMED: Advokat Hatus Berani Suarakan Keadilan dan Kebenaran

Solok Dilanda Banjir Bandang, Puan Dorong Antisipasi dan Mitigasi yang Efektif