BERITAIND.COM, LAHAT – Bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober sebagai pengingat bahwa di tanggal tersebut pernah terjadi suatu peristiwa penting.
Saat itu para pemuda Indonesia dari berbagai suku bangsa di tanah Nusantara mengikrarkan diri rasa persatuan sebagai satu nusa, satu bangsa, satu bahasa Indonesia.
Padahal, mereka berasal dari berbagai perbedaan dan belum ada alat pemersatu. Dengan adanya Sumpah Pemuda selalu komponen pemuda bersama dengan nama Indonesia.
Berkaitan dengan Hari Sumpah Pemuda komunitas di Kota Lahat menyatukan diri dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Minggu, (25/10/26) sekitar 100-an masyarakat dari berbagai komunitas, gowes bareng dengan mengusung tema “Lahat Historical Bike” mengayuh sepeda menelusuri lorong sejarah Kota Lahat.
Sebelum start dimulai, Kasatlantas Polres Lahat AKP Desi Azhari, S.H., M.Si., CPH yang baru dua hari menjabat di Lahat memberikan arahan selama gowes keliling Kota Lahat agar menjaga keselamatan dan ketertiban.

Balai Yasa
Start gowes dari area Car Free Day di tugu Kolonel Barlian di Kelurahan Bandar Jaya, lalu menyusuri jalan Kolonel Barlian hingga jalan Letnan Alamsyah di Kelurahan Talang Jawa, kemudian berhenti di pertigaan masjid Al Mutaqim.
Peserta gowes mendapat penjelasan terkait sejarah masjid Al Mutaqim yang dahulunya merupakan Kuburan Cina.
Peserta gowes Lahat Historical Bike selanjutnya menyusuri jalan Prof Emil Salim menuju Bengkel Balai Yasa.
Bengkel ini merupakan saksi sejarah perkembangan kereta api di wilayah Sumatra Selatan dimana Bengkel Balai Yasa merupakan bengkel kereta api terbesar di kawasan ini yang sejak tahun 1931 beroperasi.
Tak lupa sebelum meninggalkan Bengkel Balai Yasa peserta gowes berfoto bersama.
Kemudian melanjutkan perjalanan ke terowongan kereta api yang lebih dikenal dengan nama Terowongan Gunung Gajah yang telah beroperasi sejak 1929.
Setelah puas berfoto di terowongan terpanjang ke-10 se-Indonesia ini peserta melanjutkan perjalanan ke kompleks sekolah Santo Yosef.
Disini terdapat bangunan bersejarah terutama dalam dunia pendidikan di Lahat dimana SD Santo Yosef beroperasi sejak tahun 1936, SMP sejak tahun 1938 dan SMA sejak 1967.
Dari sekolah ini banyak melahirkan tokoh daerah hingga nasional seperti Saifuddin Aswari (Eks Bupati Lahat), Komjen Pol Susno Djuadi, Bursah Zarnubi (Bupati Lahat), Sri Melyana (anggota DPR RI).
Dari Santo Yosef terus menyusuri lorong sejarah kota Lahat yang pada masanya menjadi pusat pemerintahan bagi wilayah yang sekarang menjadi Kota Prabumulih, Kabupaten Pali, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Empat Lawang, Kota Pagar Alam, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara.
Wilayah tersebut bernama Afdeling Palembang Dataran Tinggi dengan ibu kota di Lahat yang pusat pemerintahan di tepian sungai Lematang yang di era 70-90-an disebut sebagai kawasan benteng.
Saat ini bangunan yang masih tersisa dari masa tersebut adalah Rumah Dinas Asisten Residen (kemudian menjadi Rumah Dinas Bupati Lahat) dan 5 bangunan lainnya yang bergaya Indies Syle sedangkan bangunan Kantor Asisten Residen (Kantor Bupati) sudah berganti dengan bangunan baru sebagai perpustakaan daerah.
Rute terakhir sebelum finish adalah Gereja Santa Maria yang selesai dibangun tahun 1933 dan masih berbentuk bangunan asli, tak jauh dari sini dahulunya ada 3 bangunan kolonial dengan arsitektur Indies Syle tetapi tinggal tersisa satu bangunan yaitu rumah dinas Manager PLN UP3 Lahat sedang 2 bangunan lainnya sudah berganti dengan bangunan baru. Dan akhir dari rute gowes Lahat Historical Bike di Lapangan MTQ.
Setelah kegiatan beberapa peserta gowes memberikan berbagai kesannya seperti yang disampaikan Mirlan “Mantapp keren gowes ini dan perlu dijadikan agenda rutin”,
“Alhamdulillah gowes sehat, menyenangkan dan mendapat pengetahuan tentang sejarah kota Lahat”, ujar AKP Irsan Rumsi.

Terowongan Gunung Gajah.
Yasher S. Pd menambahkan, “Alhamdulillah banyak manfaat positifnya gowes seperti ini yaitu menjaga kesehatan, mendapatkan ilmu tentang peninggalan sejarah lokal yang ada di lahat.”
Kegiatan gowes Lahat Historical Bike digawangi oleh Lembaga Kebudayaan dan Pariwisata Panoramic of Lahat bersama Masyarakat Sejarahwan Indonesia Kabupaten Lahat bersama beberapa komunitas gowes Lahat
